Learning Beyond the Classroom: Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Bekali 45 Mahasiswa Magang Mandiri Angkatan 2024

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Pembekalan Magang Mandiri Mahasiswa Angkatan 2024 pada Senin (29/6/2026) pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang 301 Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan yang mengusung tema Learning Beyond the Classroom tersebut diikuti oleh 45 mahasiswa, atau sekitar 39,8% dari total 113 mahasiswa Angkatan 2024, yang akan melaksanakan magang di 18 lembaga mitra selama periode Juli–Agustus 2026.

Dalam sambutannya, Kaprodi IKS, Muhammad Izzul Haq, S.Sos., MSc., Ph.D., menegaskan bahwa magang merupakan ruang belajar nyata yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik profesional di lapangan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik, profesional, sekaligus karakter sebagai calon penyelenggara kesejahteraan sosial.

Pada sesi pembekalan, Kaprodi memaparkan sepuluh bekal utama yang perlu menjadi pegangan mahasiswa selama menjalani magang. Kesepuluh poin tersebut meliputi pentingnya magang sebagai jembatan menuju dunia kerja; menjaga identitas dan nama baik mahasiswa, program studi, fakultas, serta universitas; menerapkan etika selama magang; menjadi pembelajar yang aktif; menjaga etika digital; memegang teguh prinsip kerahasiaan (confidentiality); membangun komunikasi profesional; memperluas jejaring profesional; menjadi pribadi yang mampu menghadirkan solusi; serta melakukan refleksi sebagai bagian dari proses belajar setelah magang selesai.
"Magang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Magang adalah kesempatan belajar dari para praktisi, memahami dinamika organisasi, membangun jejaring profesional, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat," ujar Izzul.

Mahasiswa juga diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, disiplin, tanggung jawab, serta menjaga etika dalam berinteraksi dengan pimpinan, supervisor, rekan kerja, maupun penerima manfaat layanan di masing-masing lembaga.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Program Studi IKS, Khotibul Umam, M.Si., mendorong mahasiswa agar tidak berhenti pada pengalaman praktik semata. Menurutnya, proses magang sebaiknya juga menghasilkan luaran akademik yang dapat dipublikasikan.

"Kami berharap pengalaman lapangan yang diperoleh selama magang dapat diolah menjadi karya tulis ilmiah, baik berupa artikel jurnal maupun tulisan populer. Program Studi IKS siap memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang ingin mengembangkan pengalaman magangnya menjadi publikasi ilmiah," jelasnya.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya akademik mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas mereka dalam mendokumentasikan pengalaman praktik secara sistematis dan berbasis bukti. Selain bermanfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, karya tulis tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu kesejahteraan sosial dan praktik pekerjaan sosial di Indonesia.

Melalui pembekalan ini, Program Studi IKS berharap seluruh peserta magang mampu memanfaatkan pengalaman lapangan sebagai wahana pembelajaran yang bermakna, memperluas jejaring profesional, serta menghadirkan manfaat bagi lembaga mitra dan masyarakat. Semangat Learning Beyond the Classroom diharapkan menjadi pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi terus berlanjut melalui pengalaman nyata di dunia praktik.