102 Mahasiswa Baru IKS Ikuti PBAK 2026, Hadir dari 17 Provinsi di Indonesia

Sebanyak 102 mahasiswa baru Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 2026 mengikuti rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026, yang berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat, 19–21 Agustus 2026,dengan agenda terjadwal berlangsung dari pukul 07.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Kehadiran mahasiswa baru Prodi IKS tahun ini memperlihatkan keragaman latar belakang yang cukup luas. Dari 102 mahasiswa, 72 orang atau 70,6 persen merupakan perempuan, sedangkan 30 orang atau 29,4 persen laki-laki. Mereka berasal dari 17 provinsi dan 59 kabupaten/kota di Indonesia.

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi daerah asal terbesar dengan 33 mahasiswa (32,4 persen), disusul Jawa Tengah sebanyak 21 mahasiswa (20,6 persen), Jawa Barat 18 mahasiswa (17,6 persen), dan Jawa Timur 10 mahasiswa (9,8 persen). Selebihnya berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, hingga Nusa Tenggara Barat.

Rangkaian PBAK menjadi pintu awal bagi para mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik, kemahasiswaan, dan lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan dimulai pada Rabu, 19 Agustus 2026, sebagai hari pertama rangkaian pengenalan kampus, sebelum dilanjutkan dengan agenda tingkat fakultas keesokan harinya.Rangkaian PBAK 2026 berakhir pada Jumat, 21 Agustus 2026, yang menjadi hari terakhir kegiatan sekaligus momentum penutupan rangkaian PBAK dan pengumuman berbagai kegiatan serta perlombaan yang diselenggarakan selama masa pengenalan kampus.

PBAK FDK tahun ini mengangkat tema “Membentuk Nalar Kritis Mahasiswa Sebagai Pondasi Penguatan Peran Agent of Change, Social Control, dan Iron Stock di Era Transformasi Digital.” Berbagai kegiatan mencakup sesi materi dan penampilan organisasi kemahasiswaan, kegiatan Focus Group Discussion (FGD)dan expo band.

Bagi mahasiswa baru IKS, PBAK tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal kampus secara administratif, tetapi juga momentum awal untuk memahami identitas keilmuan dan nilai-nilai yang akan menyertai proses pendidikan mereka di bidang kesejahteraan sosial. Keragaman daerah asal, pengalaman, dan latar belakang mahasiswa diharapkan menjadi modal penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif sekaligus memperkaya perspektif dalam memahami berbagai persoalan sosial.

Dengan bergabungnya 102 mahasiswa baru dari 17 provinsi, keluarga besar Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga menyambut Angkatan 2026 sebagai bagian dari generasi baru yang akan belajar, bertumbuh, dan mengembangkan kepedulian sosial. Keberagaman yang mereka bawa diharapkan bertemu dalam satu tujuan: mengembangkan pengetahuan dan keterampilan untuk turut menghadirkan solusi bagi persoalan kesejahteraan sosial di tengah masyarakat.