Alumni Mengajar: Dua Pekerja Sosial Profesional Berbagi Pengalaman Karier kepada Mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi: Alumni Mengajar bertema “Pekerjaan Sosial sebagai Profesi”, Senin (12/10/2026), bertempat di Ruang 410 FDK UIN Sunan Kalijaga.
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Pengantar Kesejahteraan Sosial, diampu oleh Muhammad Izzul Haq, S.Sos., MSc., PhD., ini menghadirkan dua alumni yang telah berkiprah sebagai pekerja sosial profesional, yakni Ahmad Indra Falatihan, S.Sos., alumni IKS angkatan 2020 yang bekerja sebagai Pekerja Sosial Medis di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan Zena Fajrin Naufal, S.Sos., alumni IKS angkatan 2010 yang menekuni pekerjaan sosial di bidang rehabilitasi NAPZA dan kenakalan remaja.
Kuliah praktisi dilaksanakan dalam dua sesi. Indra Falatihan mengisi Kelas A pukul 09.40–12.10 WIB, sedangkan Zena Fajrin Naufal mengisi Kelas B pukul 13.00–15.30 WIB. Keduanya berbagi pengalaman mengenai perjalanan karier, suka duka menjalankan profesi, tantangan di lapangan, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menjadi pekerja sosial profesional.
Dalam pemaparannya, Indra memperkenalkan dinamika pekerjaan sosial medis yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien, tetapi juga mencakup berbagai persoalan psikososial yang dihadapi pasien dan keluarganya. Ia menekankan pentingnya kemampuan asesmen, pendampingan, mobilisasi sumber daya, serta kolaborasi lintas profesi dalam pelayanan kesehatan.
Indra juga memperkenalkan sejumlah asosiasi pekerja sosial tematik dalam jejaring profesi yang berkaitan dengan Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), antara lain APSAKI (anak dan keluarga), APSANI (adiksi NAPZA), APSOBKI (bencana dan kemanusiaan), APSAGI (gerontologi), Asosiasi Pekerja Sosial CSR, APSMI (medis), APSOSPEKSI (sistem peradilan dan koreksional), serta APDISI (disabilitas). Keberadaan asosiasi-asosiasi tersebut memperlihatkan luasnya bidang spesialisasi pekerjaan sosial sekaligus pentingnya pengembangan jejaring dan kompetensi profesional.
Sementara itu, Zena berbagi pengalaman mengenai kompleksitas penanganan penyalahgunaan NAPZA dan persoalan kenakalan remaja. Ia memberikan penekanan khusus pada pentingnya integrasi tiga fondasi utama pekerjaan sosial, yaitu body of knowledge, body of skills, dan body of values.
Menurut pemaparannya, body of knowledge menjadi landasan pengetahuan untuk memahami persoalan dan kebutuhan klien; body of skills mencakup keterampilan profesional dalam asesmen, komunikasi, pendampingan, dan intervensi; sedangkan body of values menjadi pedoman etik dalam menghormati martabat manusia, menjaga kerahasiaan, menghindari diskriminasi, serta memperjuangkan keadilan sosial.
Ketiga fondasi tersebut tidak cukup hanya dipahami secara teoretis, tetapi harus diwujudkan secara terpadu dalam praktik. Hal ini menjadi sangat penting ketika pekerja sosial menghadapi klien dengan persoalan kompleks, stigma sosial, dinamika keluarga, dan tantangan proses rehabilitasi.
Melalui kegiatan Alumni Mengajar, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai hubungan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik pekerjaan sosial di berbagai setting pelayanan. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pekerjaan sosial merupakan profesi yang memiliki landasan keilmuan, keterampilan khusus, nilai, dan etika profesional.
Selain memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara program studi dan alumni, sekaligus membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang karier di berbagai bidang pelayanan kesejahteraan sosial.
Melalui keterlibatan alumni sebagai praktisi, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan dinamika dunia kerja serta mempersiapkan calon pekerja sosial yang kompeten, beretika, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.