Penyerahan Mahasiswa Praktikan IKS di F-SERBUK sebagai Ruang Pembelajaran

Kegiatan penyerahan mahasiswa praktikan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) sekaligus sosialisasi Praktikum Pengalaman Sosial (PPS) Semester Genap Tahun Akademik 2025–2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktik lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Maret 2026 oleh Sekretaris Program Studi IKS, Khotibul Umam, bertempat di Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (F-SERBUK). Penyerahan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung makna akademik dan praksis sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dalam pendidikan pekerjaan sosial.

Dalam sambutannya, Sekprodi IKS menegaskan bahwa praktikum PPS merupakan instrumen penting dalam membentuk kompetensi profesional mahasiswa, khususnya dalam mengasah keterampilan intervensi sosial, analisis kasus, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika masyarakat. F-SERBUK sebagai mitra lembaga dipilih karena memiliki basis gerakan yang kuat dalam advokasi buruh dan isu-isu keadilan sosial, sehingga menjadi ruang belajar yang kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami realitas ketenagakerjaan, relasi kuasa, serta praktik pemberdayaan berbasis komunitas.

Kegiatan sosialisasi yang menyertai penyerahan mahasiswa juga memberikan pemahaman komprehensif mengenai mekanisme pelaksanaan praktikum, etika profesi, serta ekspektasi capaian pembelajaran. Mahasiswa diarahkan untuk tidak sekadar menjadi “pengamat”, tetapi berperan aktif sebagai calon pekerja sosial yang mampu melakukan asesmen, merancang intervensi, hingga melakukan refleksi kritis terhadap praktik yang dijalankan. Hal ini sejalan dengan pendekatan Person-in-Environment (PIE) yang menekankan pentingnya memahami individu dalam konteks sistem sosial yang lebih luas.

Lebih jauh, keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan F-SERBUK membuka peluang bagi penguatan soft skills seperti komunikasi interpersonal, kerja tim, negosiasi, serta sensitivitas terhadap isu-isu struktural seperti eksploitasi tenaga kerja, perlindungan sosial, dan hak-hak buruh. Praktikum ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran transformatif yang tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk komitmen etis dan profesional dalam praktik pekerjaan sosial.