Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Perkuat Kolaborasi Global dalam Isu Perburuhan melalui Sharing Session bersama BWI dan Serikat Buruh Kerakyatan

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan isu-isu sosial strategis melalui kegiatan sharing session bersama organisasi buruh internasional The Building and Wood Workers’ International (BWI) dan jaringan serikat buruh nasional. Kegiatan ini dilaksanakan pada 14 Agustus 2025 dan menghadirkan para praktisi serta aktivis buruh dari tingkat global hingga lokal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Patrick Fonjallaz (Geneva) dan Hege Espe (Norway) sebagai perwakilan BWI global, Apolinar “Dong” Tolentino selaku Regional Representative BWI Asia Pacific, serta Khamid Istakhori sebagai Project Manager BWI Indonesia. Diskusi ini juga melibatkan mitra strategis dari kalangan serikat buruh nasional, yakni SERBUK (Serikat Buruh Kerakyatan), SBKI (Serikat Buruh Konstruksi Indonesia), dan SPLI (Serikat Pekerja Listrik Indonesia).

Dari Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Program Studi, Muhammad Izzul Haq, Ph.D., bersama mahasiswa yang tengah menjalani program praktikum di SERBUK. Kehadiran mahasiswa praktikum ini menjadi bagian penting dalam menjembatani proses pembelajaran akademik dengan praktik lapangan secara langsung.

Dalam suasana dialog yang interaktif, para narasumber berbagi perspektif mengenai dinamika gerakan buruh global, tantangan perlindungan pekerja di sektor konstruksi dan industri, serta pentingnya solidaritas lintas negara dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Diskusi ini sekaligus membuka ruang refleksi kritis bagi mahasiswa mengenai posisi dan peran pekerja sosial dalam isu-isu ketenagakerjaan.

Sebagai mitra strategis SERBUK, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga secara konsisten mengembangkan literasi mahasiswa terkait hak-hak buruh dan keadilan sosial di dunia kerja. Upaya ini dilakukan melalui integrasi materi dalam Mata Kuliah Pekerjaan Sosial Industri yang membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual dan analitis mengenai relasi industrial, perlindungan tenaga kerja, serta advokasi sosial.

Selain itu, Prodi IKS juga mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program magang praktikum selama tiga bulan di SERBUK. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam kerja-kerja advokasi buruh, pengorganisasian komunitas pekerja, hingga pendampingan kasus ketenagakerjaan. Tidak hanya berhenti pada level mahasiswa, beberapa alumni IKS bahkan telah berkiprah sebagai aktivis dan pengurus utama di SERBUK, menunjukkan keberlanjutan dampak dari proses pendidikan yang dijalankan.

Ketua Prodi IKS, Muhammad Izzul Haq, Ph.D., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi dengan organisasi buruh, baik di tingkat nasional maupun internasional, merupakan bagian dari strategi akademik untuk memperkuat relevansi pendidikan pekerjaan sosial dengan kebutuhan nyata masyarakat. “Isu perburuhan adalah salah satu arena penting bagi praktik pekerjaan sosial. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung dinamika advokasi dan pemberdayaan pekerja,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk konkret internasionalisasi Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga, sekaligus mempertegas peran program studi dalam membangun jejaring kolaboratif lintas negara dan lintas sektor. Dengan menghubungkan dunia akademik, gerakan sosial, dan organisasi internasional, Prodi IKS terus berupaya mencetak pekerja sosial yang kritis, responsif, dan berdaya saing global.