Mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga Tampil di Forum Global: Nabil Rifqi Nidhomi Jadi Satu-satunya Presenter dari Indonesia di GASI 2026

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Nabil Rifqi Nidhomi, mahasiswa IKS angkatan 2023, tampil sebagai satu-satunya presenter dari Indonesia dalam ajang internasional Global Awareness Society International (GASI) Student Incubator Conference yang diselenggarakan pada 25 April 2026.

GASI Student Incubator Conference merupakan forum akademik global yang mempertemukan mahasiswa jenjang sarjana, magister, hingga doktoral dari berbagai kawasan dunia, termasuk Amerika Utara, Asia, dan Eropa. Konferensi ini dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi isu-isu global strategis secara kritis dan interdisipliner.

Dalam forum tersebut, Nabil mempresentasikan paper berjudul “The Role of Social Capital in the Sustainability of Islamic Philanthropy: A Study of the Lumbung Pangan Jumat Berkah Mendut Community in Supporting Zero Hunger” .

Penelitian ini mengangkat isu ketahanan pangan sebagai bagian dari agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Zero Hunger. Nabil menyoroti bagaimana praktik filantropi Islam—melalui zakat, infak, dan sedekah—dapat menjadi solusi berbasis komunitas dalam menjawab persoalan kemiskinan dan kelaparan.

Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini berfokus pada komunitas Lumbung Pangan Jumat Berkah Mendut di Kabupaten Magelang. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberlanjutan praktik filantropi tidak hanya ditentukan oleh sumber daya material, tetapi juga oleh kekuatan modal sosial, seperti kepercayaan, jaringan sosial, dan norma kolektif dalam masyarakat.

Menariknya, penelitian ini juga menyoroti peran kepemimpinan perempuan dalam menggerakkan inisiatif filantropi berbasis komunitas, yang turut berkontribusi dalam upaya pencapaian ketahanan pangan di tingkat lokal.

Partisipasi Nabil dalam forum GASI 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga mampu berkompetisi di tingkat global serta menghadirkan perspektif keilmuan yang relevan dengan isu-isu sosial kontemporer. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi Prodi IKS sebagai ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas akademik, riset, dan kontribusi global.

Keterlibatan dalam forum internasional seperti GASI tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga menjadi medium strategis untuk membawa praktik-praktik lokal berbasis nilai keislaman ke dalam percakapan global mengenai keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.