Benchmarking UIN Raden Mas Said Surakarta ke Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga: Dorong Pendirian Prodi Kesejahteraan Sosial
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menerima kunjungan benchmarking dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said (RMS) Surakarta pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UIN RMS dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Kesejahteraan Sosial di lingkungan fakultasnya.
Kunjungan yang diikuti oleh lima dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN RMS Surakarta ini merujuk pada surat permohonan resmi tertanggal 14 April 2026 . Adapun delegasi yang hadir terdiri dari Dr. Supardi, S.Ag., M.Ag.; Mei Candra Mahardika, M.A.; Agit Purwo Hartanto, M.Pd.; Ayatullah Qutub Hardew, M.Psi., Psikolog; serta Ulfa Fauzia Argestya, M.Si.
Rombongan disambut langsung oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Arif Maftuhin, bersama Ketua Program Studi IKS, M. Izzul Haq, Ph.D, Sekretaris Prodi Khotibul Umam, M.Si, serta jajaran dosen IKS, yakni Lathiful Khuluq, Ph.D, Dr. Aryan Torrido, Dr. Arin Mamlakah, Abidah Muflihati, M.Sidan Noorkamilah, M.Si.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.30 WIB ini diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, dilanjutkan sambutan dari pihak UIN RMS Surakarta. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Prodi IKS menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai profil, kurikulum, serta pengelolaan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Sekretaris Prodi IKS.
Dalam diskusi, pihak UIN RMS Surakarta yang dipimpin olehMei Candra Mahardika, M.Amenyampaikan komitmennya untuk mengembangkan Program Studi Kesejahteraan Sosial sebagai respon terhadap kebutuhan keilmuan dan praktik sosial di masyarakat. Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian prodi baru tersebut.
Sebagai satu-satunya Program Studi Kesejahteraan Sosial di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga memandang kehadiran prodi serupa di UIN RMS sebagai langkah strategis untuk memperkuat jejaring keilmuan, kolaborasi akademik, serta kontribusi sosial dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat.
"Terlebih dengan adanya UU No 14 tahun 2019 yang memperkuat keberadaan profesi pekerja sosial, ditambah dengan kebutuhan akan profesi pekerja sosial semakin bertambah, khususnya setelah adanya Permensos No. 5/2024 yang mewajibkan setiap lembaga kesejahteraan sosial harus memiliki minimal 1 pekerja sosial. Keberadaan Prodi Kesejahteraan Sosial di area Solo Raya menjadi sangat strategis," demikian ungkap Izzul.
Kegiatan benchmarking berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang menyoroti aspek kurikulum, tata kelola program studi, hingga peluang kolaborasi ke depan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan kenang-kenangan dari pihak UIN Raden Mas Said Surakarta kepada Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai simbol penguatan silaturahmi dan kerja sama antar institusi.