Keterlibatan Prodi IKS dalam Pesantren Kilat Ramadan 1447 H di Lapas Narkotika Yogyakarta
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Pembukaan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H yang diselenggarakan di Masjid Taubah Lapas Narkotika Yogyakarta pada Jumat (13/02/2026) pukul 09.00–11.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembinaan spiritual bagi warga binaan serta sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan perguruan tinggi dalam menghadirkan program keagamaan yang edukatif dan berkelanjutan. Sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Lapas Narkotika Yogyakarta telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Program Pesantren Kilat Ramadan di Lapas Narkotika ini menjadi salah satu tindak lanjut konkret dari kerja sama tersebut, khususnya dalam implementasi program pengabdian kepada masyarakat oleh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga, termasuk mahasiswa.
Sebanyak 20 mahasiswa Prodi IKS terlibat aktif dalam kegiatan ini melalui kolaborasi dengan CSSMORA UIN Sunan Kalijaga, terdiri dari 15 anggota CSSMORA dan 5 mahasiswa eks praktikan Praktik Pekerjaan Sosial (PPS). Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari pembelajaran langsung praktik pekerjaan sosial berbasis institusi sekaligus kontribusi nyata dalam penguatan pembinaan spiritual warga binaan.
Kegiatan pembukaan diikuti oleh sekitar 60 warga binaan Lapas Narkotika Yogyakarta yang akan mengikuti rangkaian Pesantren Kilat Ramadan 1447 H. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Muhammad Izzul Haq, Ph.D., Ketua Umum CSSMORA UIN Sunan Kalijaga Ahmad Rifky, Pelaksana Harian (PLH) Kepala Lapas Narkotika Yogyakarta Bambang Setiawan, serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, PLH Kepala Lapas Narkotika Yogyakarta Bambang Setiawan menyampaikan bahwa kegiatan pesantren kilat dan pembinaan keagamaan rutin menjadi momentum penting dalam membangun karakter serta meningkatkan kualitas keimanan warga binaan selama menjalani masa pidana. Program ini diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pembentukan moral dan spiritual warga binaan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Abdur Rozaki, M.Si., memberikan motivasi kepada warga binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai proses pembentukan karakter dan perbaikan diri. Ia menyampaikan, “Kalian ini karakternya sedang ditempa. Tantangannya berat karena harus menjalani hukuman di Lapas. Namun insyaAllah, jika sungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri, surganya akan berkualitas.” Pernyataan tersebut disampaikan sebagai penguatan spiritual sekaligus dorongan optimisme bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.
Rangkaian kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan partisipatif dengan susunan acara meliputi pembukaan oleh MC, pembacaan Al-Qur’an, sambutan PLH Kepala Lapas Narkotika Yogyakarta, penampilan Qur’ani, sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kalijaga, penampilan pembacaan kitab kuning oleh warga binaan, sambutan Kementerian Agama Kabupaten Sleman oleh Bapak Fauzi, penampilan hadroh, penyematan tanda peserta santri secara simbolis oleh Wakil Rektor 3 UIN Sunan Kalijaga, pembukaan pesantren kilat secara simbolis dari Kementerian Agama dan UIN Sunan Kalijaga kepada pihak Lapas, serta penutup.
Melalui kegiatan ini, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga berharap sinergi antara kampus, organisasi mahasiswa, dan lembaga pemasyarakatan semakin kuat dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya memperkuat spiritualitas warga binaan, tetapi juga mendukung proses reintegrasi sosial yang lebih humanis dan berkelanjutan. Pesantren kilat Ramadan menjadi ruang pembelajaran bersama yang menegaskan peran perguruan tinggi dalam pengabdian sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat.