Perkuat Literasi Kesejahteraan Sosial dan Digital, IKS UIN Sunan Kalijaga Ikuti Diseminasi Kemensos di BBPPKS Yogyakarta

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengirimkan delegasi untuk mengikuti kegiatan Diseminasi Kehumasan tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat, Aplikasi Cek Bansos, serta Deteksi Berita Bohong dan Disinformasi, Jumat (7/8/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta, Purwomartani, Kalasan, Sleman.

Delegasi Prodi IKS terdiri atas Ketua Program Studi IKS Muhammad Izzul Haq, S.Sos., MSc., PhD dan 24 mahasiswa yang berasal dari unsur Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) IKS dan Laboratorium Pengembangan Profesi Pekerjaan Sosial (LP3S). Keikutsertaan tersebut memenuhi undangan Kementerian Sosial RI yang secara khusus mengundang Ketua Prodi dan mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga sebagai peserta aktif kegiatan.

Kegiatan yang dilaksanakan di BBPPKS Yogyakarta tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa IKS untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai sejumlah kebijakan dan program strategis Kementerian Sosial. Delegasi IKS juga berkesempatan berinteraksi dengan jajaran BBPPKS Yogyakarta yang dipimpin oleh Kepala BBPPKS Yogyakarta, Haruman Hendarsah.

Materi kegiatan dibagi dalam beberapa panel. Panel pertama membahas layanan dan fasilitas BBPPKS Yogyakarta, dilanjutkan panel mengenai DTSEN dan Aplikasi Cek Bansos, termasuk praktik pembuatan akun yang difasilitasi oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai Program Sekolah Rakyat, sementara panel terakhir membahas cara mencegah hoaks dan disinformasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital.

Salah satu materi yang relevan dengan pengembangan keilmuan kesejahteraan sosial adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemahaman mengenai basis data sosial menjadi penting bagi mahasiswa IKS karena ketepatan data merupakan salah satu fondasi dalam perencanaan, penargetan, dan pelaksanaan program perlindungan serta kesejahteraan sosial. Mahasiswa juga mendapatkan pengenalan langsung mengenai Aplikasi Cek Bansos sebagai salah satu instrumen yang menghubungkan masyarakat dengan informasi program bantuan sosial.

Selain itu, pembahasan mengenai Sekolah Rakyat memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan. Bagi mahasiswa IKS, program tersebut memiliki keterkaitan erat dengan isu kemiskinan, perlindungan sosial, kesejahteraan anak dan keluarga, serta praktik pekerjaan sosial dalam lingkungan pendidikan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penguatan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi hoaks dan disinformasi. Materi yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital memperkenalkan cara mengenali dan mencegah penyebaran informasi palsu. Literasi digital tersebut semakin penting bagi calon pekerja sosial karena informasi yang tidak akurat, terutama yang berkaitan dengan bantuan sosial dan program pemerintah, dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap pelayanan sekaligus menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan layanan BBPPKS Yogyakarta dan Sekolah Rakyat. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengenal secara lebih dekat layanan dan program kesejahteraan sosial yang dikembangkan Kementerian Sosial.

Keikutsertaan Prodi IKS dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman di luar kelas sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan dinamika kebijakan dan praktik penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Indonesia. Keterlibatan unsur HMPS IKS dan LP3S juga diharapkan dapat memperluas diseminasi pengetahuan yang diperoleh kepada mahasiswa lainnya serta memperkuat pengembangan kapasitas calon pekerja sosial di lingkungan Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.