Kunjungan Industri Mahasiswa IKS UIN Jogja ke SOS Children's Villages Semarang: Belajar Sistem Pelayanan Sosial Berbasis Penguatan Keluarga
Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti kegiatan Kunjungan Industri dalam mata kuliah Sistem Pelayanan Sosial kelas B Angkatan 2024 ke SOS Children's Villages Semarang pada Senin (8/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai praktik penyelenggaraan pelayanan sosial di lembaga kesejahteraan sosial profesional.
Rombongan mahasiswa berangkat dari Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada pukul 06.00 WIB menggunakan bus dan tiba di kompleks SOS Children's Villages Semarang, Kecamatan Banyumanik, sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di lokasi, peserta disambut dan diterima langsung oleh pengelola lembaga untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Kunjungan industri ini merupakan bagian dari perkuliahan yang diampu oleh Siti Solechah, M.Si. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi IKS UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Izzul Haq, Ph.D., yang mendampingi mahasiswa selama proses pembelajaran lapangan berlangsung.
Dalam sesi pembukaan, pihak SOS Children's Villages Semarang memperkenalkan profil lembaga, sejarah pendirian, serta berbagai program yang dijalankan. Disampaikan bahwa SOS Children's Villages Semarang berdiri sejak tahun 1985 dan diresmikan pada tanggal 31 Januari 1985 oleh Menteri Sosial Republik Indonesia saat itu, Ibu Nani Soedarsono.
Pada sesi pemaparan, peserta memperoleh gambaran mengenai pendekatan pelayanan sosial yang dikembangkan SOS Children's Villages. Selain program pengasuhan alternatif berbasis keluarga, lembaga ini juga mengembangkan Program Penguatan Keluarga (Family Strengthening Program/FSP) yang berfokus pada tiga aspek utama, yaitu akses terhadap layanan dasar, penguatan pengasuhan anak, dan peningkatan pendapatan ekonomi keluarga.
Pengelola juga menjelaskan berbagai bentuk dukungan yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat, antara lain program pencegahan stunting, bantuan nutrisi, bantuan perlengkapan belajar, pelatihan keterampilan komputer bagi remaja, pengembangan kewirausahaan pemuda, pendampingan usaha kecil, serta program olahraga untuk pembangunan (Sport for Development).
Selain memaparkan program layanan, pihak lembaga juga menjelaskan strategi keberlanjutan organisasi melalui berbagai skema penggalangan dana. Sumber pendanaan diperoleh dari donatur individu dan komunitas, dukungan pemerintah, kerja sama dengan perusahaan melalui program CSR/TJSL, sponsorship, face-to-face fundraising, kegiatan sport charity, hingga pemanfaatan aset yang dimiliki lembaga.
Mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai kondisi terkini SOS Children's Villages Semarang. Saat ini lembaga tersebut mengelola 74 anak asuh aktif, yang tinggal dalam 8 rumah keluarga, 2 rumah remaja, dan 1 rumah persiapan mandiri. Sejak berdiri, tercatat sebanyak 476 anak telah memperoleh layanan pengasuhan dan pendampingan dari SOS Children's Villages Semarang.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab dengan dipandu pak Alfons dan bu Rita selaku pekerja sosial di SOS Children's Villages. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih jauh mengenai sistem pelayanan sosial, model pengasuhan berbasis keluarga, strategi pemberdayaan keluarga rentan, serta tantangan pengelolaan lembaga kesejahteraan sosial di era saat ini.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tur kawasan SOS Children's Villages Semarang yang memiliki luas sekitar 3,4 hektar. Dalam tur tersebut, mahasiswa diajak melihat secara langsung berbagai fasilitas yang digunakan untuk mendukung pengasuhan dan pengembangan anak, termasuk rumah-rumah keluarga, area pembinaan remaja, fasilitas pendidikan, serta lingkungan sosial yang dirancang menyerupai kehidupan keluarga dan komunitas yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana konsep pelayanan sosial, penguatan keluarga, perlindungan anak, dan pemberdayaan masyarakat diterapkan dalam praktik kelembagaan.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Program Studi IKS UIN Sunan Kalijaga yang serahkan oleh Anggita Chairunnisa selaku Kordinator Kelas Sistem Pelayanan Sosial Bkepada pihak SOS Children's Villages Semarang, dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama dan jejaring pembelajaran antara dunia akademik dan lembaga pelayanan sosial profesional.
Ketua Program Studi IKS UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Izzul Haq, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan industri semacam ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung dinamika praktik pekerjaan sosial dan sistem pelayanan sosial di lapangan.
"Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep pelayanan sosial dari ruang kelas, tetapi juga menyaksikan bagaimana nilai-nilai pekerjaan sosial diwujudkan dalam program penguatan keluarga, perlindungan anak, dan pemberdayaan masyarakat secara nyata," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa IKS sebagai calon pekerja sosial dan praktisi kesejahteraan sosial yang mampu menghubungkan teori dengan realitas praktik pelayanan sosial di masyarakat.