Membongkar Beban Tak Terlihat: Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Laksanakan PAR tentang Mental Load Ibu Rumah Tangga

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan praktik pekerjaan sosial berbasis komunitas melalui kegiatan Participatory Action Research (PAR) bertajuk “Mental Load Ibu Rumah Tangga: Membongkar Beban Tak Terlihat.” Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 dan 31 Juli serta 3 Agustus 2025, dengan melibatkan ibu-ibu PKK RW 8 Badran sebagai partisipan utama.


Penelitian ini berangkat dari kesadaran bahwa ibu rumah tangga kerap memikul mental load atau beban mental yang tidak terlihat (invisible labour), yang mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan berbagai aspek kehidupan keluarga. Beban ini sering kali tidak diakui secara sosial maupun ekonomi, meskipun memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis perempuan dalam rumah tangga.

Melalui pendekatan PAR, kegiatan ini tidak hanya menempatkan ibu-ibu sebagai objek penelitian, tetapi sebagai mitra aktif (co-researcher) dalam proses memahami, merefleksikan, sekaligus merumuskan solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Pendekatan ini menekankan siklus reflektif yang meliputi perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi secara berulang, dengan tujuan utama menghasilkan perubahan sosial yang nyata.


Kegiatan ini dipimpin oleh Andayani, M.SW sebagai ketua pelaksana, dengan dukungan Noorkamilah, M.Si, serta berada di bawah tanggung jawab Ketua Prodi IKS, Muhammad Izzul Haq, Ph.D. Sebanyak 30 ibu rumah tangga terlibat dalam rangkaian kegiatan yang meliputi orientasi, survei awal, focus group discussion (FGD), hingga sesi refleksi dan evaluasi.


Dalam pelaksanaannya, PAR ini terdiri dari tiga siklus utama. Siklus pertama berfokus pada eksplorasi pengalaman mental load, di mana partisipan memetakan aktivitas harian dan membagikan pengalaman terkait beban mental yang mereka rasakan. Siklus kedua diarahkan pada pengembangan strategi berbagi beban dalam rumah tangga, seperti komunikasi dengan pasangan dan pembagian tugas domestik. Sementara itu, siklus ketiga menekankan penguatan komunitas melalui pembentukan support group dan kampanye berbagi beban di tingkat lingkungan.


Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kritis di kalangan partisipan mengenai ketimpangan peran domestik, serta mulai munculnya perubahan perilaku dalam pembagian tugas rumah tangga. Selain itu, terbentuknya kelompok dukungan antar ibu rumah tangga menjadi salah satu capaian penting dalam memperkuat solidaritas sosial di tingkat komunitas.

Secara lebih luas, kegiatan ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan psikologis ibu rumah tangga melalui pengurangan beban mental dan penyediaan ruang aman untuk berbagi pengalaman. Pendekatan ini sekaligus mempertegas peran ilmu kesejahteraan sosial dalam menjawab isu-isu domestik yang selama ini kerap terabaikan dalam diskursus publik.


Sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, kegiatan PAR ini tidak hanya menghasilkan luaran akademik berupa dokumen penelitian, tetapi juga mendorong transformasi sosial berbasis komunitas. Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga terus berupaya menghadirkan praktik pekerjaan sosial yang relevan, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial, termasuk dalam ranah keluarga dan kehidupan sehari-hari masyarakat.