Pembekalan KKN Angkatan 120: Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Perkuat Identitas Keilmuan Mahasiswa Sebelum Terjun ke Masyarakat
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 120 Semester Antara 2025/2026 bagi mahasiswa IKS Angkatan 2023 pada Kamis (25/6/2026) di Teatrikal Dakwah. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB ini diikuti oleh 60 mahasiswa sebagai bagian dari persiapan akademik sebelum diterjunkan ke lokasi KKN.
KKN Angkatan 120 yang akan berlangsung dari 8 Juli sampai 23 Agustus 2026 ini diikuti 107 mahasiswa IKS yang tersebar di 7 propinsi (DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Aceh, Kalimantan Barat, Maluku) dan 1 luar negeri di Selangor, Malaysia, dan di 23 Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Berbeda dengan pembekalan teknis yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), pembekalan yang diinisiasi Prodi IKS ini secara khusus diarahkan untuk memperkuat identitas keilmuan mahasiswa sebagai calon penyelenggara kesejahteraan sosial dan pekerja sosial profesional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bagaimana KKN menjadi ruang aktualisasi ilmu yang telah dipelajari selama kurang lebih 100 SKS di bangku kuliah.
Acara dibuka oleh Afifah Afra Azzahroh, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Farhanur Alim. Selanjutnya, Ketua Angkatan IKS 2023, Ade Rius Iman, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan, kekompakan, serta membawa nama baik Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
Sesi utama diisi oleh Kaprodi IKS, Muhammad Izzul Haq, S.Sos., M.Sc., Ph.D., yang menyampaikan arahan sekaligus berdialog dengan mahasiswa melalui sesi tanya jawab interaktif. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa mahasiswa IKS memiliki perspektif yang membedakan mereka dari mahasiswa program studi lain ketika melaksanakan KKN.
"KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi merupakan laboratorium Ilmu Kesejahteraan Sosial. Di lapangan, mahasiswa menguji sekaligus mengaktualisasikan ilmu yang telah dipelajari selama kuliah dalam konteks kehidupan masyarakat yang nyata," jelasnya.
Beliau juga menekankan pentingnya trimatra kompetensi pekerjaan sosial, yakni body of knowledge, body of skills, dan body of values, sebagai fondasi profesional yang harus terus diasah selama pelaksanaan KKN.
Dari aspek body of knowledge, mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan sosial secara komprehensif, mengidentifikasi kelompok rentan, menganalisis penyebab masalah, serta memetakan potensi dan sumber daya masyarakat. Dari aspek body of skills, mahasiswa didorong mengembangkan keterampilan komunikasi, asesmen sosial, fasilitasi kelompok, advokasi, jejaring, dan pemecahan masalah. Sementara itu, body of values diwujudkan melalui sikap empati, penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, partisipasi, serta komitmen terhadap inklusivitas dan non-diskriminasi.
Lebih lanjut, Kaprodi IKS menghubungkan kompetensi tersebut dengan empat tema besar KKN UIN Sunan Kalijaga yang mengacu pada prioritas Kementerian Agama RI, yaitu Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi, Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, Pemberdayaan Ekonomi Umat, serta Ekoteologi. Menurutnya, mahasiswa IKS dapat memberikan kontribusi nyata pada keempat tema tersebut melalui pendekatan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial yang berorientasi pada peningkatan keberfungsian sosial (social functioning) individu, keluarga, kelompok, maupun komunitas.
"Di mana pun lokasi KKN kalian berada, identitas sebagai mahasiswa IKS harus tetap terlihat. Jangan hanya bertanya kegiatan apa yang akan dilakukan, tetapi juga persoalan sosial apa yang dapat dipahami dan solusi apa yang dapat dibangun bersama masyarakat," pesannya kepada peserta.
Ditambahkan pula terkait perlunya mahasiswa KKN untuk memperkuat kohesivitas sosial di masyarakat yang beragam dan terus mempromosikan moderasi beragama di lokasi KKN.
Setelah sesi pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan profil Harmonest oleh Hanania Rahima Putrina bersama tim. Dalam sesi ini, peserta mengikuti berbagai game edukasi, simulasi, serta demonstrasi penggunaan produk permainan edukatif yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat selama pelaksanaan KKN, khususnya dalam kegiatan pendidikan anak dan penguatan komunitas.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Awwali Iqraam, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan panitia.
Melalui pembekalan ini, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial berharap mahasiswa tidak hanya siap secara administratif dan teknis, tetapi juga memiliki perspektif keilmuan, keterampilan profesional, dan nilai-nilai pekerjaan sosial yang kuat sehingga mampu menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat serta mencerminkan identitas lulusan IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.