Alumni Mengajar: Refleksi Dinamika Data Collection & Analysis bersama M. Rifaat Adiakarti Farid

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga kembali menghadirkan ruang pembelajaran kontekstual melalui kegiatan Alumni Mengajar yang diselenggarakan pada Senin, 27 April 2026. Kegiatan kuliah dosen tamuini merupakan hasil kolaborasi antara Prodi IKS dan AKSES (Alumni Kessos), dengan menghadirkan Muhammad Rifaat Adiakarti Farid, S.Sos., M.A., Ph.D (Cand.), dosen Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sekaligus alumni IKS angkatan 2012.

Kegiatan ini terintegrasi dalam mata kuliah Reading Course/Seminar Proposal yang diampu oleh Muhammad Izzul Haq, S.Sos., MSc., Ph.D, dengan tema “Dinamika Data Collection & Analysis”, yang menjadi salah satu kompetensi kunci bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian sosial yang berkualitas. Dalam sesi ini, Rifaat berbagi pengalaman empiris sekaligus refleksi kritis mengenai proses pengumpulan dan analisis data di lapangan.

Dalam paparannya, Rifaat menekankan bahwa data bukan sekadar angka atau dokumen, melainkan “cerita, bukti, dan dasar pengambilan keputusan” . Ia juga mengingatkan bahwa realitas di lapangan seringkali jauh dari ekspektasi—data yang tidak lengkap, bias, hingga tantangan dalam menjangkau responden menjadi bagian tak terpisahkan dari proses penelitian.

Lebih lanjut, Rifaat menguraikan bahwa keberhasilan pengumpulan data ditentukan oleh beberapa faktor kunci, seperti kejelasan tujuan penelitian, kualitas instrumen, kemampuan membangun relasi dengan responden, serta fleksibilitas peneliti dalam menghadapi dinamika lapangan. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memulai dari pertanyaan mendasar: “Data apa yang benar-benar saya butuhkan?” sebagai pijakan dalam menentukan sumber data yang relevan dan kredibel.

Pada aspek analisis, Rifaat menjelaskan bahwa proses ini bukan sekadar teknis, tetapi merupakan upaya sense making—mengubah data mentah menjadi insight yang bermakna. Ia memaparkan tahapan analisis data secara sistematis, mulai dari cleaning, organizing, analyzing, hingga interpreting. Setiap tahap memiliki peran penting dalam memastikan bahwa data yang dihasilkan tidak hanya valid, tetapi juga mampu menjawab pertanyaan penelitian secara substantif.

Menariknya, Rifaat menegaskan bahwa nilai utama dari data terletak pada insight yang dihasilkan. “Data tidak berhenti di angka. Ia harus dianalisis, dipahami, dan diceritakan agar berdampak,” ujarnya. Tanpa insight, data hanya akan menjadi “noise” yang tidak memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan keputusan maupun intervensi sosial.

Kegiatan ini mendapatkan respons antusias dari mahasiswa, yang tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga gambaran nyata tentang tantangan dan strategi dalam penelitian sosial. Melalui forum ini, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, dengan menghubungkan teori, praktik, dan pengalaman alumni di dunia profesional.

Kolaborasi antara Prodi IKS dan AKSES ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari penguatan jejaring alumni sekaligus memperkaya ekosistem akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu kesejahteraan sosial.