Subscribe to Latest Posts

29 Jul 2010

Kunjungan Dompet Dhuafa Yogyakarta ke Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS)

Posted by admin. No Comments

Direktur Dompet Dhuafa (DD) Yogyakarta, M Fauzi, M.Hum pada hari Kamis, 29 Juli 2010, mengunjungi Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kunjungan Direktur DD Yogyakarta ini diterima langsung oleh Ketua Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS), Dr H. Waryono, M.Ag di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut disepakati adanya kerjasama lebih lanjut antara DD Yogyakarta dengan Prodi IKS Fakultas Dakwah dalam hal penyediaan wahana bagi praktikum mahasiswa Prodi IKS di Dompet Dhuafa Yogyakarta dan pengembangan program bersama antara kedua lembaga.

17 Jun 2010

STKS Bandung mengunjungi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial

Posted by admin. No Comments

Pada hari Kamis, 17 Juni 2010 pukul 13.00 WIB, disela-sela kegiatan studi banding ke UIN Sunan Kalijaga, Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung mengunjungi Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) yang berada Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

 Rombongan yang dipimpin oleh Ibu Enung Hurifah ini diterima langsung oleh Ketua Prodi IKS, Dr. H. Waryono, M.Ag dan segenap dosen Prodi IKS.

 Kunjungan STKS Bandung di UIN Sunan Kalijaga ini dalam rangka studi banding pembelajaran seperti instalasi pendidikan, pendampingan kegiatan mahasiswa, pembinaan keagamaan mahasiswa, pembinaan pegawai, perkembangan prasarana dan media pembelajara. Dalam pertemuan dengan Prodi IKS, dijalin pula kemungkinan untuk kerjasama kedepan dalam berbagai hal, khususnya keilmuan kesejahteraan sosial.  

 Pertemuan yang bertempat di Ruang Sidang II Fakultas Dakwah ini berakhir pada pukul 15.00 WIB diakhiri dengan acara saling tukar kenang-kenangan STKS Bandung dan Prodi IKS Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

27 May 2010

Career Show Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS)

Posted by admin. No Comments

Presentasi Peluang Karir Pekerja Sosial

Presentasi Peluang Karir Pekerja Sosial

Bertempat di Ruang Sidang II Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada hari Kamis 27 Mei 2010 pukul 13.00 – 15.00 WIB, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) menyelenggarakan kegiatan Career Show dengan tema ‘Memotret Peluang Karir Alumni Prodi Kesejahteraan Sosial’.

Acara yang digelar untuk lebih mengenalkan berbagai prospek profesi alumni Prodi Kesejahteraan Sosial ini menghadirkan Ulil Abshor, MA dan Siti Solechah, M.Si sebagai narasumber.  Ulil pernah bekerja di International Labour Organization (ILO) tahun 2008 – 2010 sebagai Local Project Assistant. Sedangkan Solechah adalah aktivis Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Suka Caturtunggal.  Keduanya kini merupakan staf pengajar di Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kegiatan tersebut, Ulil menyampaikan banyak hal terkait beragam pilihan karir alumni Prodi Kesejahteraan Sosial. Beberapa peluang karir bagi alumni Prodi Kesejahteraan Sosial berdasarkan sektor, seperti dalam perlindungan anak, perlindungan dan pemberdayaan perempuan, layanan kesehatan, manajemen bencana, bantuan hokum, pengentasan kemiskinan, dan penelitian atau akademisi.

Sedangkan Solechah menjelaskan peluang alumni Prodi Kesejahteraan Sosial di Kementerian Sosial seperti misalnya rekrutmen pekerja sosial di instansi tersebut. Selain itu, peluang lainnya ada di tingkatan LSM, dan perusahaan, rumah sakit dan sebagainya.

27 May 2010

MA Al Ihsan Doglo Boyolali Kunjungi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS)

Posted by admin. No Comments

Sebanyak 70 siswa-siswi kelas X dan XI berikut guru Madrasah Aliyah (MA) Al Ihsan Doglo Boyolali pada hari Kamis, 27 Mei 2010 pukul 09.30 – 11.00 WIB, mengunjungi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rombongan MA Al Ihsan dari Pondok Pesantren Al Huda Boyolali ini langsung dipimpin oleh Kepala MA, Ainun Hilma, dan diterima oleh Ketua Prodi IKS, Dr Waryono di Ruang Sidang II Fakultas Dakwah.

Rombongan studi tur dari MA Al Ihsan ini mengunjungi Prodi IKS Fakultas Dakwah dalam rangkaian tur ke lembaga pendidikan lainnya di Jogja.

Seusai pertemuan dengan Prodi IKS, siswa-siswi MA Al Ihsan menyempatkan diri menengok Laboratorium Kesejahteraan Sosial (LabKessos) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga yang berlokasi di Lantai II Gedung Fakultas.

12 May 2010

Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) bertemu dengan Presiden APASWE

Posted by admin. 2 Comments

Bertempat di Hotel Grand Pasundan, Bandung, pada hari Selasa, 11 Mei 2010 pukul 10.00 – 15.00 WIB berlangsung pertemuan antara Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai Kordinator Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) Wilayah Indonesia Tengah dengan Presiden Asian Pacific Social Work Education (APASWE), Dr. Tatsuru Akimoto, DSW.

Dalam acara bertajuk pertemuan antara Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) dengan APASWE sifik tersebut, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) mengirim Muhammad Izzul Haq, M.Sc untuk mewakili UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam kegiatan tersebut.

Acara yang dibuka pada pukul 10.00 WIB oleh Fentini Nugroho, MA., PhD selaku Ketua IPPSI ini juga dihadiri oleh Tata Sudrajat, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), Florence Martin dari Save The Children, Martha Haffey dari Building Professional of Social Work, perwakilan dosen STKS Bandung, dan beberapa perwakilan Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial dari UI, UNPAD, STISIP Widuri Jakarta, hingga UKIM Maluku.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Tatsuru mempresentasikan tentang Standardisasi Kurikulum Pendidikan Pekerjaan Sosial dengan Studi Kasus Asia Timur. APASWE sebagai asosiasi pendidikan pekerjaan sosial di wilayah Asia Pasifik beranggotakan 20 negara dengan jumlah 200 sekolah. Pembagian kategori di APASWE berdasarkan bahasa Inggris/Non-Inggris di negara anggotanya. Berbagai isu terkait standardisasi pendidikan pekerjaan sosial dikupas oleh beliau.

Selain Dr. Tatsuru, pembicara lainnya adalah Dr. Decha Sungkawan dari Thammasat University, Thailand yang juga anggota panitia APASWE. Dalam salah satu sesi diskusi, beliau menyampaikan bahwa untuk konteks Asia Tenggara, dari 10 negara ASEAN, baru 5 negara yang memiliki kurikulum tersendiri mengenai pekerjaan sosial yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapore. Diperlukan upaya serius dan terus menerus untuk menyamakan persepsi mengenai studi pekerjaan sosial yang namanya berbeda-beda seperti kesejahteraan sosial (social welfare) di Jepang dan Indonesia dan pembangunan sosial (social development) di Thailand.

Acara berakhir pukul 15.00 WIB dengan adanya kesepahaman untuk lebih meningkatkan kerjasama antara APASWE dengan IPPSI yang beranggotakan 37 sekolah/insitusi pendidikan pekerjaan sosial yang mana Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terlibat aktif didalamnya. Beberapa peluang kerjasama dengan APASWE yang ditawarkan oleh Dr. Tatsuru adalah pertukaran informasi dan komunikasi, material dan sumber daya manusia, pengorganisasian berbagai konferensi, lokakarya, dan penelitian berskala internasional, publikasi majalah dan buku, termasuk juga program hibah untuk penelitian.

13 Apr 2010

Audiensi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) ke Harian Umum Solopos, 12 April 2010

Posted by admin. 1 Comment

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga pada hari Senin, 12 Apri 2010 pukul 10.00 – 11.00 WIB, mengadakan audiensi dengan jajaran Redaksi Harian Umum Solopos di Jl. Adisucipto 190 Solo.

Rombongan Prodi IKS ini dipimpin Ketua Prodi IKS UIN, Dr. H. Waryono, M.Ag. Rombongan terdiri dari Aryan Torrido M.Si, M Ulil Absor MA, Asep Jahidin M.Si, M Izzul Haq M.Sc, diterima oleh R.Bambang Aris Sasangka, Staff Redaksi dan Intan Nurlaili, Staff Promosi.

Audiensi ini sekaligus untuk memperkenalkan Prodi IKS sebagai prodi baru di lingkungan UIN Sunan Kalijaga yang bertujuan mencetak sarjana yang andal dalam bidang pekerjaan sosial yang profesional khususnya, sekaligus untuk menjawab tantangan-tantangan zaman yang kompleks dengan permasalahan-permasalahan sosial yang semakin rumit.

Selain memperkenalkan diri Prodi IKS juga menjajaki untuk menjalin kerjasama dengan Harian Umum Solopos kedepannya, baik berupa pengadaan kolom dan tulisan tentang kesejahteraan sosial ataupun agama, akses peliputan berita tentang kegiatan-kegiatan Prodi IKS serta yang terakhir yaitu pengiriman mahasiswa Prodi IKS ke Harian Umum Solopos secara berkala.Semua itu mendapat respon yang baik dari pihak Solopos.

Penyerahan Cenderamata dari Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial kepada Redaktur Pendidikan Harian Umum Solopos

Penyerahan Cenderamata dari Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial kepada Redaktur Pendidikan Harian Umum Solopos

Saat Meninjau Dapur Redaksi Harian Umum Solopos

Saat Meninjau Dapur Redaksi Harian Umum Solopos

12 Apr 2010

Workshop Pengembangan Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) di Kaliurang, 10 – 11 April 2010

Posted by admin. No Comments

PRESS RELEASE WORKSHOP PENGEMBANGAN

PRODI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL (IKS)

FAKULTAS DAKWAH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

Hotel Sewu Padi, Kaliurang –  Sabtu-Minggu, 10–11 April 2010

 

 Pekerja Sosial merupakan sebuah profesi yang sudah lama berkembang di negara maju namun relatif baru dikenal di Indonesia. Beragam permasalahan sosial yang terus menjadi berita sehari-hari seperti pengangguran, anak jalanan, kemiskinan, kriminalitas, dampak sosial bencana alam, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya telah meningkatkan kebutuhan akan adanya praktisi pekerja sosial yang memiliki skill dalam hal intervensi untuk memberikan dukungan sosial dan pengembangan, perlindungan, pencegahan, dan tujuan teraupetik yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pada level individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

Perkembangan kondisi kesejahteraan sosial di Indonesia yang kian kompleks menjadikan kebutuhan akan profesi pekerjaan sosial menjadi suatu keniscayaan. Data dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, rasio pekerja sosial dengan penduduk di Indonesia adalah 1 : 50, padahal idealnya rasio tersebut semestinya 1 : 10. Sebagai respon terhadap situasi tersebut dan atas desakan berbagai kalangan pemerhati sosial, pemerintah akhirnya mengeluarkan Undang-Undang No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang salah satunya mengatur sekaligus memberi legalitas profesi pekerjaan sosial secara formal, termasuk pula pendidikan profesi tersebut.

Sebagai salah satu institusi keilmuan dan keislaman di Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terpanggil untuk terlibat dalam upaya memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan kesejahteraan sosial di Indonesia dengan bertumpu pada nilai-nilai profesionalisme pekerjaan sosial dan menjadikan etika Islam yang merupakan pandangan hidup sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai inspirasi promosi kesejahteraan sosial baik di tingkatan konsep maupun aksi. Berangkat dari realitas tersebut, maka lahirlah Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Prodi IKS) yang berada di Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga pada tahun 2009 yang bertujuan mencetak sarjana yang profesional sekaligus beretika untuk turut serta menjawab berbagai permasalahan sosial yang terus berkembang dan bersama-sama dengan pihak lain untuk mengembangkan usaha-usaha kesejahteraan sosial di Indonesia.

Mengingat beragam isu dan tantangan terus menghadang perkembangan kesejahteraan sosial di Indonesia yang juga berimbas pada pendidikan profesi pekerjaan sosial yang ada, Prodi IKS sebagai program studi yang baru berdiri berupaya untuk terus melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki, untuk mensinergikan pemikiran, rencana, strategi, maupun aksi bersama demi peningkatan kualitas pendidikan profesi pekerjaan sosial. Salah satu konsolidasi tersebut kemudian diejawantahkan dalam bentuk kegiatan Workshop Pengembangan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.

Workshop Pengembangan Prodi IKS Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini diadakan di Hotel Sewu Padi, Jalan Kaliurang KM 20 No 198 dan dihadiri oleh semua dosen dan pemangku kebijakan Prodi IKS. Peserta workshop ini adalah Ketua Prodi, DR.H.Waryono, M.Ag; Sekretaris Prodi, Noorkamilah, M.Si; DR. H. Achmad Rifa’i, M.Phil selaku Pembantu Dekan I Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, dan segenap dosen Prodi IKS yaitu Drs. H. Zainuddin, M.Ag; Drs. Mokh. Nazili, M.Pd; Asep Jahidin, M.Si; Abidah Muflihati, M.Si; Arif Maftuhin, M.Ag; Aryan Torrido, M.Si; Siti Solechah, M.Si; M. Izzul Haq, M.Sc; dan Latiful Khuluq, Ph.D.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan rencana strategis pengembangan program studi ini yang baru terbentuk setahun silam. Selain itu, workshop ini bertujuan untuk menyusun agenda-agenda kegiatan untuk pencapaian visi, misi, dan tujuan Prodi IKS dengan mensinergikan berbagai potensi sumber daya yang ada, utamanya mengoordinasikan sumber daya manusia yang begitu beragam baik dari segi perbedaan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan keahlian dari staf pengajar Prodi IKS ini.

Workshop yang dimulai Sabtu, 01 April 2010 ini dimulai dengan dilakukannya Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) berupa analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menyertai gerak langkah Prodi IKS ini. Dari analisis tersebut yang berangkat dari berbagai misi prodi ini, disusunlah beberapa strategi dan dijabarkan dalam serangkaian program yang selanjutnya diterjemahkan dalam deretan kegiatan yang akan dilaksanakan kedepan. Beberapa agenda dari sekian agenda yang direncanakan diantaranya adalah Ramadhan di Mal, yaitu mengadakan kegiatan menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan berbagai event sosial di kawasan yang menjadi simbol masyarakat konsumeris dan kosmopolit yang selama ini kurang tersentuh dengan kegiatan dakwah sosial. Kemudian salah satu rencana program yang muncul dalam workshop ini adalah upaya melawan hegemoni paradigma kuantifikasi yang positivistik dalam penilaian proses dan hasil belajar di PTN maupun PTS dengan melakukan review mekanisme penilaian Quality of Assurance (QA) dalam standardisasi kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang meski sepintas bahasanya terkesan menguji kualitas namun justru mengandung paradigma kuantitatif dan berpola pikir positivistik. Rezim hegemonik penilaian ala QA yang kini menjadi tren di berbagai PTN dan PTS ini sangat problematik dan mengancam keanekaragaman khazanah proses pengajaran dan pembelajaran yang semestinya bersifat kreatif, independen, dan membebaskan. Program lain yang menjadi ejawantah dari salah satu misi Prodi IKS untuk membangun dan menanamkan karakter yang humanis dan egaliter adalah terlibat serta dalam upaya pengarusutamaan nilai-nilai humanis dan universal ditengah tantangan menguatnya nilai-nilai fundamentalisme dan radikalisme di tengah masyarakat kontemporer.

 

Foto bersama Dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) usai Workshop Pengembangan Prodi IKS

Foto bersama Dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) usai Workshop Pengembangan Prodi IKS

22 Mar 2010

Audiensi Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) ke SKH Kedaulatan Rakyat

Posted by admin. 1 Comment

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga pada hari Jumat, 19 Maret 2010, mengadakan audiensi dengan jajaran Redaksi Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat (KR) di Jalan Pangeran Mangkubumi Yogyakarta.

Rombongan Prodi IKS ini dipimpin Ketua Prodi IKS UIN, Dr. H. Waryono, M.Ag. Rombongan terdiri Latiful Khuluq PhD, Siti Solechah MSi, Aryan Torrido MSi, Abidah Muflihati MSi, M Ulil Abrar MSi, Asep Jahidin MSi dan diterima langsung oleh Wapimred KR, Drs. Ahmad Luthfie MA.

Audiensi ini sekaligus untuk memperkenalkan Prodi IKS sebagai prodi baru di lingkungan UIN Sunan Kalijaga yang bertujuan mencetak mahasiswa-mahasiswa yang andal dalam bidang pekerjaan sosial profesional sekaligus menjawab tantangan-tantangan zaman yang kompleks dimana permasalahan-permasalahan sosial semakin rumit.

Sebagai lembaga pendidikan, UIN Sunan Kalijaga memiliki tanggung jawab moral untuk turut membantu menyediakan dan mencetak sarjana-sarjana andal dalam bidang pekerjaan sosial profesional tersebut. Salah satunya dengan memfasilitasi pendidikan dan pelatihan bagi anak didik.

Audiensi Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) dengan Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat

Audiensi Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) dengan Redaksi SKH Kedaulatan RakyatDiskusi dengan Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat

Penyerahan Cinderamata kepada Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat

Penyerahan Cinderamata kepada Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat

19 Feb 2010

KEBIJAKAN PUBLIK PRO RAKYAT DI ERA OTONOMI DAERAH

Posted by admin. 1 Comment

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) dan Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengadakan Kuliah Umum dengan mengambil tema “Kebijakan Publik Pro Rakyat di Era Otonomi Daerah” yang dilaksanakan pada tanggal 11 Pebruari 2010 bertempat di Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah. Read the rest of this entry »

13 Nov 2009

Prospek Prodi Kessos

Posted by admin. Comments Off

Seiring dengan perkembangan masyarakat ke arah modern dan kompleks, maka permasalahan sosial di masyarakat menjadi semakin kompleks pula. Salah satu fenomena masyarakat modern adalah melemahnya institusi tradisional, termasuk di dalamnya institusi keluarga, baik keluarga inti maupun batih. Masyarakat yang komunal secara perlahan-lahan digantikan oleh masyarakat individual. Apabila di masa lampau keberadaan keluarga sangat penting sebagai support system bagi seseorang, maka di era ini seseorang yang memiliki persoalan cenderung akan termarginal dan tereksklusi secara sosial. Keluarga cenderung tidak lagi berperan penting dalam memberikan dukungan dan perhatian, karena masyarakat modern yang individualis mengasumsikan bahwa seseorang bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, termasuk menanggung akibat dari persoalan yang dihadapinya. Hal ini menjadi contoh bagaimana keberadaan caring profesionals seperti pekerja sosial/praktisi kessos menjadi signifikan untuk mendampingi individu-individu yang memiliki persoalan emosional dan sosial. Perubahan sosial ini mendorong menjamurnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan organisasi layanan sosial di Indonesia sejak tahun 1990-an. Namun ironisnya, banyak dari staf dan relawan LSM dan organisasi layanan tersebut tidak memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai dengan profesinya. Ada kesan bahwa praktek dan intervensi yang dilakukan oleh banyak aktivis LSM dan pendamping masyarakat lainnya lebih banyak dilakukan secara intuitif dari pada sistematis, ilmiah, dan profesional. Hal ini tidak terlepas dari asumsi di masyarakat bahwa sebagai pekerja sosial/praktisi kessos kita tidak memerlukan ilmu khusus atau spesialisilasi keilmuan tertentu. Pekerja sosial/praktisi kessos seringkali diidentikkan sebagai relawan yang melakukan pendampingan atas dasar rasa kemanusiaan murni, sehingga tidak perlu memiliki kompetensi khusus dan a sense of profesionalism. Sebenarnya social work adalah knowledge-based profession yang keberadaannya ditopang oleh tiga pilar, yaitu body of knowledge, body of skills, dan code of ethics. Untuk menjadi seorang pekerja sosial/praktisi kessos profesional, seorang individu harus memiliki kerangka pengetahuan (body of knowledge) tertentu yang membedakannya dengan pengetahuan yang lain. Selain itu, seorang praktisi pekerja sosial/praktisi kessos harus menguasai keterampilan praktis (body of skills) dalam melakukan intervensi kepada klien dengan tidak melupakan professional code of ethics untuk menjamin perlindungan terhadap hak klien dan terpenuhinya standard of practice. Di Indonesia, kesadaran untuk melandaskan praktek-praktek pekerjaan sosial yang profesional dengan tiga pilar tersebut nampaknya masih kurang. Seperti yang telah dijelaskan, pendampingan LSM dan organisasi layanan sosial nampak masih bersifat “amatir” dan intuitif. Peluang prodi kessos dalam hal ini menjadi cukup menjanjikan, karena sebagai sebuah program pendidikan, ia mampu untuk menawarkan pengetahuan yang sistematis dan ilmiah, keterampilan praktis maupun pemahaman mengenai kode etik profesi. Tingginya tingkat permintaan tenaga kerja pendamping masyarakat sebenarnya adalah peluang bagi lulusan program studi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tenaga pekerja sosial/praktisi kessos profesional yang mampu memberikan layanan profesional sesuai dengan standard of practice dan kode etik profesi menjadi sebuah posisi tawar yang sangat mungkin dimiliki oleh luluasan prodi kessos. Di Indonesia Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial baru di buka di sebagian kecil PTN, misalnya di Universitas Indonesia (UI) yang daya tampungnya masih sangat terbatas padahal potensi permasalahan sosial di Indonesia masih sangat tinggi. Kemudian Perguruan Tinggi yang lain yang membuka pendidikan kessos yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesejahteraan Sosial (STKS) di Bandung yang menarik minat para calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Di masa-masa yang akan datang tenaga yang profesional dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial baik untuk lembaga pemerintah maupun swasta akan terus meningkat seiring dengan perkembangan kondisi masyarakat dewasa ini, padahal jika dilihat dari daya tampung PTN pada program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial masih sangat sedikit. Kita juga melihat lembaga-lembaga pendidikan yang membuka prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial kurang memperhatikan nilai-nilai ke-Islaman yang menjadi landasan nilai sebagian besar masyarakat Indonesia, ditambah persoalan lain yaitu masih sedikitnya PT yang membuka prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial, contoh di Jawa Tengah dan Yogyakarta misalnya, dari puluhan PTN, belum ada satupun PTN yang membuka program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, padahal kebutuhan terhadap sarjana kessos dengan melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia sangatlah tinggi, apalagi dengan ditambah munculnya berbagai bencana di tengah masyarakat, baik bencana alam maupun bencana sosial kemanusiaan.