PRESS RELEASE WORKSHOP PENGEMBANGAN
PRODI ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL (IKS)
FAKULTAS DAKWAH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
Hotel Sewu Padi, Kaliurang – Sabtu-Minggu, 10–11 April 2010
Pekerja Sosial merupakan sebuah profesi yang sudah lama berkembang di negara maju namun relatif baru dikenal di Indonesia. Beragam permasalahan sosial yang terus menjadi berita sehari-hari seperti pengangguran, anak jalanan, kemiskinan, kriminalitas, dampak sosial bencana alam, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya telah meningkatkan kebutuhan akan adanya praktisi pekerja sosial yang memiliki skill dalam hal intervensi untuk memberikan dukungan sosial dan pengembangan, perlindungan, pencegahan, dan tujuan teraupetik yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan pada level individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Perkembangan kondisi kesejahteraan sosial di Indonesia yang kian kompleks menjadikan kebutuhan akan profesi pekerjaan sosial menjadi suatu keniscayaan. Data dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, rasio pekerja sosial dengan penduduk di Indonesia adalah 1 : 50, padahal idealnya rasio tersebut semestinya 1 : 10. Sebagai respon terhadap situasi tersebut dan atas desakan berbagai kalangan pemerhati sosial, pemerintah akhirnya mengeluarkan Undang-Undang No 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial yang salah satunya mengatur sekaligus memberi legalitas profesi pekerjaan sosial secara formal, termasuk pula pendidikan profesi tersebut.
Sebagai salah satu institusi keilmuan dan keislaman di Indonesia, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terpanggil untuk terlibat dalam upaya memberikan sumbangsih pemikiran bagi pengembangan kesejahteraan sosial di Indonesia dengan bertumpu pada nilai-nilai profesionalisme pekerjaan sosial dan menjadikan etika Islam yang merupakan pandangan hidup sebagian besar masyarakat Indonesia sebagai inspirasi promosi kesejahteraan sosial baik di tingkatan konsep maupun aksi. Berangkat dari realitas tersebut, maka lahirlah Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Prodi IKS) yang berada di Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga pada tahun 2009 yang bertujuan mencetak sarjana yang profesional sekaligus beretika untuk turut serta menjawab berbagai permasalahan sosial yang terus berkembang dan bersama-sama dengan pihak lain untuk mengembangkan usaha-usaha kesejahteraan sosial di Indonesia.
Mengingat beragam isu dan tantangan terus menghadang perkembangan kesejahteraan sosial di Indonesia yang juga berimbas pada pendidikan profesi pekerjaan sosial yang ada, Prodi IKS sebagai program studi yang baru berdiri berupaya untuk terus melakukan konsolidasi sumber daya yang dimiliki, untuk mensinergikan pemikiran, rencana, strategi, maupun aksi bersama demi peningkatan kualitas pendidikan profesi pekerjaan sosial. Salah satu konsolidasi tersebut kemudian diejawantahkan dalam bentuk kegiatan Workshop Pengembangan Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial.
Workshop Pengembangan Prodi IKS Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini diadakan di Hotel Sewu Padi, Jalan Kaliurang KM 20 No 198 dan dihadiri oleh semua dosen dan pemangku kebijakan Prodi IKS. Peserta workshop ini adalah Ketua Prodi, DR.H.Waryono, M.Ag; Sekretaris Prodi, Noorkamilah, M.Si; DR. H. Achmad Rifa’i, M.Phil selaku Pembantu Dekan I Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga, dan segenap dosen Prodi IKS yaitu Drs. H. Zainuddin, M.Ag; Drs. Mokh. Nazili, M.Pd; Asep Jahidin, M.Si; Abidah Muflihati, M.Si; Arif Maftuhin, M.Ag; Aryan Torrido, M.Si; Siti Solechah, M.Si; M. Izzul Haq, M.Sc; dan Latiful Khuluq, Ph.D.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk merumuskan rencana strategis pengembangan program studi ini yang baru terbentuk setahun silam. Selain itu, workshop ini bertujuan untuk menyusun agenda-agenda kegiatan untuk pencapaian visi, misi, dan tujuan Prodi IKS dengan mensinergikan berbagai potensi sumber daya yang ada, utamanya mengoordinasikan sumber daya manusia yang begitu beragam baik dari segi perbedaan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan keahlian dari staf pengajar Prodi IKS ini.
Workshop yang dimulai Sabtu, 01 April 2010 ini dimulai dengan dilakukannya Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) berupa analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang menyertai gerak langkah Prodi IKS ini. Dari analisis tersebut yang berangkat dari berbagai misi prodi ini, disusunlah beberapa strategi dan dijabarkan dalam serangkaian program yang selanjutnya diterjemahkan dalam deretan kegiatan yang akan dilaksanakan kedepan. Beberapa agenda dari sekian agenda yang direncanakan diantaranya adalah Ramadhan di Mal, yaitu mengadakan kegiatan menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan berbagai event sosial di kawasan yang menjadi simbol masyarakat konsumeris dan kosmopolit yang selama ini kurang tersentuh dengan kegiatan dakwah sosial. Kemudian salah satu rencana program yang muncul dalam workshop ini adalah upaya melawan hegemoni paradigma kuantifikasi yang positivistik dalam penilaian proses dan hasil belajar di PTN maupun PTS dengan melakukan review mekanisme penilaian Quality of Assurance (QA) dalam standardisasi kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang meski sepintas bahasanya terkesan menguji kualitas namun justru mengandung paradigma kuantitatif dan berpola pikir positivistik. Rezim hegemonik penilaian ala QA yang kini menjadi tren di berbagai PTN dan PTS ini sangat problematik dan mengancam keanekaragaman khazanah proses pengajaran dan pembelajaran yang semestinya bersifat kreatif, independen, dan membebaskan. Program lain yang menjadi ejawantah dari salah satu misi Prodi IKS untuk membangun dan menanamkan karakter yang humanis dan egaliter adalah terlibat serta dalam upaya pengarusutamaan nilai-nilai humanis dan universal ditengah tantangan menguatnya nilai-nilai fundamentalisme dan radikalisme di tengah masyarakat kontemporer.

Foto bersama Dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) usai Workshop Pengembangan Prodi IKS