Opini
Sabaidee Thailand !!!!
English Motivation Camp and Indonesia-Thailand Culture Exchange
Nakhon Nayok-Bangkok, 2022
Kuni Khasanah
Mengunjungi Negeri Gajah Putih dengan program internasional merupakan suatu hal luarbiasa yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Meskipun travel around the world merupakan cita-cita yang selalu ada dalam bucket wish. Maka saya benar-benar merasa menjadi mahasiswa yang beruntung diberikan kesempatan hebat yang tentunya tidak akan pernah terlupakan.
Saya Kuni Khasanah, mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang saat ini sedang berada di tahun ketiga masa studi. Sejak SMP saya memiliki kecintaan dalam mempelajari bahasa asing. Dua bahasa asing yang saya pelajari dan menjadi hobi adalah bahaa Arab dan bahasa Inggris. Kecintaan saya ini dalam perjalanannya membawa saya mengikuti berbagai event-event yang secara tidak langsung mengasah kemampuan berbahasa asing saya. Hingga memasuki universitas, saya sering diminta untuk memandu seminar-seminar internasional. Dan saya berpartisipasi dalam upaya kampus UIN Sunan Kalijaga memfalisitasi mahasiswa internasionalnya dengan menjadi buddy atau teman pendamping bagi mereka. Dalam keorganisasiaannya saya kemudian dipercaya untuk menjadi leader komunitas ini, International Student Buddy dibawah bimbingan International Office Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Komunitas yang benar-benar baru lahir, baru merintis, dan masih mencari-cari pondasi yang tepat. Ibarat bangunan, International Student Buddy baru pada tahap peletakan batu pertama. Tapi kami terus berupaya melakukan pergerakan yang terbaik untuk perkembangan komunitas menuju perbaikan setiap saatnya.
Pada komunitas inilah kemudian saya mengucapkan terimah kasih terbesar saya. Adanya International Student Buddy mengantarkan saya untuk menerima beasiswa program delegasi internasional Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Tentunya secara tiba-tiba saya sangat bahagia dan bersyukur tiada tara ibarat mendapatkan durian runtuh. Karena benar-benar tidak pernah terbayang sebelumnya dengan mengikuti komunitas buddy saya akan mendapatkan kesempatan ke luar negeri bahkan dengan beasiswa. Maka pastinya saya sangat antusias dalam menyiapkan segala sesuatunya menuju keberangkatan program dengan konsep voluntary bertajuk english motivation camp and culture exchange in Thailand.
Dimulai dengan proses-proses administratif seperti pembuatan paspor, pembelian tiket akomodasi, dan engagement dengan anggota tim dari universitas lainnya, serta proses-proses non-administratif, seperti menyiapkan barang-barang keperluan, menukarkan uang, dan mempelajari budaya-budaya negara tujuan. Semuanya saya lakukan dengan penuh antusias terlebih saya mendapatkan support-support yang membahagian dari orang-orang di sekeliling saya. Hingga pada saat hari yang ditunggu-tunggu tiba. Saya berangkat dari Yogyakarta pada tanggal 7 Desember 2022 hingga nantinya akan pulang dari Bangkok pada tanggal 19 Desember 2022.
English Motivation Camp and Indonesia-Thailand Culture Exchange dipandu langsung oleh komunitas Youth for Education Indonesia dan Sleeping Bag Teacher Thailand. Terdapat sepuluh volunteers dari Indonesia dan tujuh lainnya berasal dari Thailand. Kami melakukan program di salah satu sekolah dasar di Provinsi Nakhon Nayok berjarak kurang lebih 100km dari Bangkok. Sekolah ini bernama Santiwattanaram Temple School. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh dari ibu kota, namun fasilitas dan pelayanan yang ada di sekolah ini sudah jauh berbeda dengan sekolah-sekolah yang berada di Bangkok. Fakta masyarakat sekitar yang tidak terlalu menginginkan anak juga semakin membuat sekolah ini sepi dari murid-murid. Satu ruangan di sekolah ini digunakan untuk dua kelas, dimana masing-masing kelasnya hanya berisi empat sampai lima murid saja. Ketersediaan pengajar juga belum mencukupi. Sekolah ini bahkan tidak memiliki guru khusus untuk masing-masing subjek pembelajaran, contohnya saja sekolah ini tidak memiliki guru bahasa inggrisnya sendiri. Begitulah kemudian saya bersama volunteers lainnya akan melaksanakan English Motivation Camp and Indonesia-Thailand Culture Exchange selama satu pekan.
Kami bersama-sama tinggal dan di ruangan-ruangan sekolah dan tidur menggunakan sleeping bag. Itulah mengapa kami dikenal dengan sleeping bag teacher. 24 jam dalam satu minggu kegiatan kami lakukan bersama tim dan anak-anak murid di sekolah tersebut. Saya benar-benar belajar toleransi, baik toleransi budaya, agama, dan yang lainnya. Karena bahkan kami dari berbagai agama, saliang menghormati dan toleransi dengan waktu ibadah masing-masing. Sebagian besar volunteer Thailand beragama Budha, sebagian yang lain Islam dan Kristen. Kami bertoleransi dan menghormati budaya, perbedaan jam makan, perbedaan rasa makanan, hingga perbedaan tata norma keseharian, kami saling menyesuaikan dan saling senang untuk belajar. Dengan seperti ini, walaupun hanya dalam waktu yang singkat, saya pribadi merasakan benar-benar sekan telah hidup lama dengan mereka masyaarakat Thailand.
Kegiatan belajar bersama anak-anak juga sangat seru dan menyenagkan. Kami belajar bahasa inggris dengan metode-metode yang menyenangkan, menggunakan lagu-lagu, gambar dan berbagai permainan. Kami bertukar budaya dengan kegiatan outing, meditasi, dan culture performance. Anak-anak sangat antusias setiap harinya. Bahkan perbedaan bahasa tidak menjadi kendala berarti, karena kami para volunteer menyampaikan materi dan motivasi dengan sepenuh hati sehingga anak-anak Santiwattanaram School Temple juga menerimanya dengan hati.
Setelah selesai kegiatan voluntary, tim dari Indonesia melanjutkan dua hari berikutnya kegiatan dengan mengunjungi salah satu universitas terbaik kebanggaan Thailand, Chulalongkorn University di Bangkok dan salah satu ikon besar dari negara Thailand, patuh Budha tidur terbesar, Wat Pho. Kami ditemani mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berkuliah disana. Berkeliling sambil bertukar kisah-kisah hebat. Ini sangat menyenangkan. Kami juga tidak lupa mampir ke pusat perbelanjaan dan oleh-oleh Thailand di Bangkok, yaitu Chatuchak dan Platnimun untuk berbelanja oleh-oleh.
Kurang lebih dua pekan di Thailand saya mengambil banyak sekali pembelajaran yang semakin meluaskan cara pandang saya terhadap kehidupan dan masa depan. Thailand adalah negara besar dengan taktik yang pintar hingga tidak pernah terjajah selama perang dunia. Thailand adalah negara dengan budaya yang cantik, unik, dan extreme. Fakta adanya salah satu murid di kelas saya dengan deskripsi “he is she” namun dia sangat diterima oleh lingkungan dan menjalankan kehidupannya dengan sama sekali normal, hal ini sangat asing sekaligus luarbiasa bagi saya_ yang selama ini hidup dengan budaya Indonesia yang ketimuran. Orang-orangnya tidak pernah merasa tua, bahkan yang berusia 50an tahun saja masih gemar ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan. Semua kenangan, pengalaman, dan pembelajaran ini saya harap akan terus terbawa dalam hati saya hingga saya berhadap akan dapat kembali lagi suatu saat nanti. Thailand sungguh memotivasi saya untuk memupuk kembali mimpi melihat dan mengunjungi berbagai tempat di belahan dunia lainnya, setelah ini. Semoga, amien.