Merayakan Perempuan Istimewa, DP3AP2 DIY dan IKS Serukan “Saya, Kamu dan Kita Berhak Bersuara”

Terinspirasi oleh Kongres Perempuan pada 22 Desember 1928 yang dihadiri oleh 30 organisasi Perempuan di Jawa dan Sumatera, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DI Yogyakarta menggandeng Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan peringatan Hari Ibu pada Selasa, 12 Desember 2023 di Convention Hall UIN Sunan kalijaga. Kegiatan ini bersifat semi formal dengan menggabungkan diskusi, orasi dan penampilan seni puisi, musik, dan tari. Peringatan Hari Ibu dihadiri oleh 180 peserta dari berbagai elemen organisasi perempuan, calon legislatif perempuan, lurah dan panewu perempuan, PKK, Dharma Wanita, Mahasiswa, Dosen, Wakil Rektor Bidang III UIN Sunan Kalijaga, dll. Orasi disampaikan oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Gusti Putri Pakualam, dan Prof. Marhumah selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Dalam orasinya, Ratu Hemas mengingatkan tentang partisipasi perempuan dalam politik baik legislatif maupun eksekutif. Menurut beliau partisipasi politik perempuan di legislatif hendaknya bisa seimbang dengan laki-laki yaitu 50: 50, bukan 30%. Namun sayangnya perjuangan perempuan kadang digagalkan oleh perempuan sendiri. Maka Ratu Hemas menyuarakan agar perempuan harus mendukung perempuan, dan khusus UIN Sunan Kalijaga hendaknya ada perempuan yang menjabat sebagai Rektor. Gusti Putri menyerukan agar perempuan membekali diri dengan pengetahuan dan ketrampilan agar mampu pro aktif mengajukan dirinya sendiri sebagai pemimpin, sedangkan Prof. Marhumah menjawab tantangan Kepala Dinas DP3AP2, Erlina dan Ratu Hemas tentang penyelenggaraan Kongres Perempuan II di Yogyakarta dengan menyatakan bahwa UIN Sunan Kalijaga bersedia menjadi tempat penyelenggaraan kongres tersebut pada tahun 2024.

Setelah proses diskusi para peserta yang dimoderatori oleh Ketua Dharma Wanita UIN Sunan Kalijaga, Ro’fah, Ph.D, membahas tentang berbagai masalah tentang perempuan seperti akses perempuan diffable, kesehatan reproduksi, kekerasan seksual, politik perempuan dan solusinya, maka peringatan hari Ibu bertema “Merayakan Perempuan Istimewa” ini diakhiri dengan pembacaan Pernyataan Perempuan Yogyakarta oleh Kepala DP3AP2 didampingi Kaprodi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Siti Solechah,:

“Kami yang berkumpul di sini, menyerukan:

  1. Untuk menjadikan perhatian semua kelompok kepentingan dalam hal berikut: hak hidup yang aman, hak sipil dan politik, hak reproduksi, hak ekonomi, hak pendidikan, hak lingkungan, hak kesehatan, hak khusus bagi dissabilitas.
  2. Merekomendasikan bagi lintas sektor untuk belajar, berkolaborasi, membuka akses yang setara dan adil, memberikan layanan yang berkeadilan, menciptakan rasa aman, keadilan gender di masyarakat, institusi, dan keluarga, menghapuskan stigma dan diskriminasi. “