Benchmarking Lembaga Rehabilitasi Sakit Jiwa Dan Narkoba

Sabtu, 12 November 2022, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial berkunjung ke lembaga PRS Maunatul Mubarok, Rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba beralamat di Dusun Lengkong, Desa Sayung Kecamatan Sayung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Kunjungan ini diikuti sebanyak 22 mahasiswa Prodi IKS yang menerima beasiswa dari Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag RI, didampingi oleh Siti Solechah, M.Si. selaku Kaprodi IKS, Abidah Muflihati, M.Si., sekprodi IKS dan Khotibul Umam, M.Si. selaku Dosen Prodi IKS. Kegiatan kunjungan ini disambut baik para konselor adiksi lembaga yaitu Muhammad Sodikin, S.Pd., Muhammad Faizun, S.Thi., dan Hasyim, S.Thi., M.Ag.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan ilmu dan wawasan kepada mahasiswa dalam memberikan pertolongan kepada Orang Dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) dan Narkoba oleh lembaga rehabilitasi Sakit Jiwa dan Narkoba Demak. Lembaga ini mengobati para pasien sakit jiwa dan narkoba. Menurut Muhhamd Faizun, S.Thi,. jumlah klien yang mengalami gangguan jiwa sekitar 120orang dan klien narkoba sekitar 20 orang. Klien ini masuk ke lembaga pada umumnya dikirim oleh keluarganya, ada beberapa yang diambil dari jalanan oleh pengurus lembaga, ada juga mendapat rujukan dari dinas sosial. Penyembuhannya menggunakan pendekatan agama islam yaitu klien wajib mengikuti sholat lima waktu berjama’ah, kemudian dilanjut dengan doa bersama. Selain itu klien wajib terapi tidur siang, hiburan dengan menonton televisi. Hal ini dilakukan bertujuan untuk merangsang safar bahagia. Selain itu klien diberi pengobatan herbal.

Dalam sambutanya kaprodi IKS menyampaikan bahwa lembaga ini sesuai dengan prodi IKS dimana dalam mata kuliah terdapat mata kuliah Pekerjaan Sosial Medis, Psikoterapi, dan Kesehatan Mental. Maka dalam kunjungan ini berharap mahasiswa akan belajar bagaimana model-model penanganan bagi ODGJ dan Narkoba yangditerapkan oleh lembaga rehabilitasi ini. Menurut sekprodi IKS dalam penuturanya mahasiswa ini belajar menangani ODGJ dan Narkoba dengan pendekatan agama, mahasiswa bisa mengambil nilai-nilai positif bahwa menjadi pekerja sosial itu harus tangguh dalam menghadapi klien yang cukup komplek, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan ilmu-ilmunya pada saat praktikum nantinya, selain itu karena mahasiswa PBSB Prodi IKS memiliki kewajiban mengabdi di pondok setelah lulus maka ilmu yang didapat pada lembaga ini dapat dikembangkan di pondok tempat mengabdi. Pondok tidak hanya menjadi tempat belajar keagamaan tapi juga menjasi alternatif solusi masalah-masalah sosial. Sementara menurut penuturan Sdr. Ryan sebagai mahasiswa Prodi IKS bahwa dalam kunjungan ini mahasiswa mendapatkan materi yang sangat relevan dengan materi yang ada dibangku perkuliahan, materi tersebut menjadi bentuk tambahan wawasan tentang penanganan ODGJ dan Narkoba, dan mahasiswa mengetehui atau mengamati secara langsung mengenai prilaku-prilaku para ODGJ di lembaga ini.ech.