Prodi IKS Memperingati Hari Pekerja Sosial Se-Dunia

Memperingati Hari Pekerja Sosial, Jumat (25/3/2022), Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) melaksanakan Webminar Nasional dengan tema “Social Worker Contribution : Membangun Ruang Eko-Sosial Bersama”. Dibuka oleh Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd selaku Dekan Fakulas Dakwah dan Komunikasi, beliau juga secara resmi membuka rangkain WellFest 2022. Dalam sambutannya Prof. Dr. Hj. Marhuman M.Pd menyampaikan bahwa “Spritualitas eco social harus selalu dibangun. Perbincangan secara teoritis maupun prkatis harus menghubungkan dengan ruh – ruh keagamaan”. Kemudian dijelaskan oleh Siti Solechah, S.Sos., M.Si selaku Kaprodi IKS bahwa Webminar ini adalah pembuka dari WellFest 2022 dimana nantinya Prodi IKS akan mengadakan lomba info grafis untuk umum dan futsal untuk internal mahasiswa prodi. Selain itu akan diadakan buka bersama serta bakti sosial pada Desa Binaan yang dimiliki Prodi IKS

Pada webinar kali ini, Prodi IKS menghadirkan Agustus Fajar Senjaya, A.KS., MPSSp., selaku Independen Pekerja Sosial Profesional Indonesia, Dr. Puji Pujiono, MSW., selaku Founder and Senior Adviser of the Pujiono Centre dan Andayani, S.IP., MSW., selaku Dosen Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dihadiri oleh lebih dari 200 peserta baik dari sivitas internal dan eksternal prodi IKS, Agustus Fajar Senjaya, A.KS., MPSSp “menjelaskan bahwa Pekerja Sosial Internasional menjadi penting karena ekosistem kesejahteraan sosial saat ini sudah tidak terbatas lagi. Masalah sosial, proses-proses sosial dan solusinya yang saling berkaitan susah untuk diurai satu-persatu. Oleh sebab itu, ranah pekerjaan sosial dalam praktiknya sudah selayaknya dapat melihat pada taraf internasional sebagai salah satu bidang praktik.”

Disambung oleh Dr. Puji Pujiono, MSW sebagai pemateri kedua, beliau menjelaskan bahwa “peringatan Hari Pekerja Sosial Sedunia 2022 menjadi kesempatan utama bagi profesi pekerjaan sosial untuk melibatkan semua jaringan dan komunitas praktik pekerjaan sosial pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang memungkinkan semua orang untuk dihormati martabatnya melalui masa depan bersama. Selain itu juga menjadi momentum untuk menyuarakan peran pekerja sosial dalam membangun kesejahteraan sosial di negara dan masing-masing di seluruh dunia.”

Terakhir, Andayani, S.IP., MSW menjelaskan bahwa, “pekerja sosial sangat lekat dengan bencana alam. Korban-korban bencana alam tentunya memiliki trauma atas kejadian yang menimpa mereka. Trauma merupakan luka psikologis akibat kejadian yang tiba-tiba dan mengejutkan, mengganggu kehidupan normal dan berdampak pada fisik/kesehatan, psikologis, sosial, spiritual. Pekerja sosial penting untuk dapat memahami trauma beserta ciri-ciri dan mampu mengidentifikasi orang-orang yang memiliki early signs of mental health issues. Pekerja sosial seharusnya mampu memberikan emotional support, mendengarkan serta membuat rasa nyaman dan aman.”