Diskusi Publik UGM mengundang Andayani, S. IP, MSW-Dosen IKS

“Membuka Ruang Kolaborasi, Menuju Masyarakat Inklusi: Strategi dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Kelompok Difabel” menjadi tema diskusi publik yang diselenggarakan secara hybrid (offline dan online)oleh Magister Manajemen dan Kebijakan Publik UGM pada Selasa, 26Nopember 2024. Acara ini berangkat dari kepriharinan terhadap besarnya ketimpangan antara kelompok difabel dan masyarakat pada umumnya, terkait dengan kualitas hidup di sektor pendidikan, status sosial ekonomi, ketenagakerjaan dan sebagainya. Salah satu solusi kebijakan yang diangkat dalam diskusi ini adalah mengorganisir masyarakat di tingkat akar rumput (grassgroot) sebagaimana yang dipraktikkan oleh Sigab- LSM yang peduli terhadap isu advokasi difabel.

Sebagai salah satu narasumber, Andayani, S. IP, MSW adalah dosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga mendukung program KDK (Kelompok Disabilitas Kalurahan) yang telah diinisiasi oleh Sigap. Andayani menyampaikan pentingnya melibatkan upaya pemberdayaan sekaligus outreach (penjangkauan) masyarakat. Difabel berada dan hidup di masyarakat sehingga ketika kita ingin merespon kebijakan dan memberikan layanan kepada difabel adalah dengan merespon kebijakan di tingkat desa. Kebijakan di tingkat desa bersifat lebih nyata karena berkaitan dengan mengatasi tantangan (barriers) dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari difabel.

Selanjutnya, Andayani menekankan bahwa melibatkan difabel dan masyarakat lokal artinya program itu akan lebih berkelanjutan, karena terdapat upaya untuk menghubungkan atau bejejaring dengan sumberdaya-sumberdaya lokal. Di sini, KDK menjadi kelompok difabel yang mandiri karena tidak tergantung dengan bantuan atau program pemerintah. Selain itu, melakukan penjangkauan kepada masyarakat penting dilakukan untuk upaya breaking the silence. Bagaimanapun, kelompok difabel beresiko untuk mengalami permasalahan sosial-psikologis yang tidak mudah diungkapkan, bahkan cenderung disembunyikan. Dengan mendatangi kelompok ini secara langsung, seorang pegiat melakukan pemberdayaan agar mereka speak up mengenai masalahnya.

Terdapat beberapa narasumber lain yang berkompeten dalam diskusi publik ini yakni Kepala Dinas Sosial DIY, Program Officer Sigab, Komisioner KPU DIY dan Aktivis KDK. Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga mendukung semua upaya pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok difabel karena difabel adalah bagian dari keragaman indentitas yang menjadi bagian dari warganegara yang memiliki hak yang sama.