Benchmarking Lembaga Advokasi Buruh Migran Di Malaysia

Kuala Lumpur, 1 Agustus 2024, Prodi IKS FDK UIN Sunan Kalijaga berkunjung ke lembaga advokasi bagi Serikat Buruh Muslimin Indonesia atau yang disingkat Sarbumusi di Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd. dekan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, Siti Solechah, M.Si. Ketua Program Studi Iimu Kesejahteraan Sosial, Abidah Muflihati, M.Si., sekretaris Program Studi IKS, para dosen Prodi IKS (Lathiful Khuluq, Ph.D., M. Izzul Haq, M.Sc., Idan Ramdani, M.A., Khotibul Umam, M.Si., Noorkamilah, M.Si.), Sudarmawan selaku staf prodi IKS, dan Kisy Anif Ngestiti, S.Sos., selaku alumni Prodi IKS serta 28 mahasiswa Prodi IKS penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi PBSB-LPDP Angkatan 2023. Kunjungan ini disambut baik oleh Bapak Sumarno selaku ketua Sarbumusi Malaysia, Rahman selaku ketua Gusdurian Malaysia, Yafik Mursyid, selaku wakil ketua PCINU Malaysia sekaligus alumni beasiswa PBSB dan saat ini sedang menempuh program doktor di University Malaya, serta bapak dan ibu pengurus Sarbumusi PCINU Malaysia.

Kegiatan ini dipandu oleh Rahman, kemudian dilanjut sambutan oleh M. Izzul Haq, M.Sc. perwakilan dari prodi IKS, dilanjut penjelasan oleh Bapak Sumarno mengenai pengalaman sebagai pahlawan devisa Indonesia di Malaysia, beliau menyampaikan suka duka yang dialami para buruh migran atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Sebagian buruh migran ada yang mengalami penyiksaan oleh majikan, namun ada pula yang bekerja sambil kuliah. Sektor kerja bagi buruh migran Indonesia ada bermacam-macam diantaranya ladang kelapa sawit, bangunan, cleaning service (pelayan kebersihan rumah), dan pekerja rumah tangga (PRT). Buruh migran di Malaysia banyak yang mengalami masalah diantaranya gaji yang tidak dibayarkan, tempat tinggal yang tidak layak, penyiksaan bagi pekerja rumah tangga, majikan yang tidak bertanggungjawab, eksploitasi para pekerja untuk bekerja lebih dari waktu yang telah disepakati, bahkan tidak ada waktu libur. Setelah sesi pemamparan oleh Bapak Sumarno kemudian dilanjut dengan sesi diskusi (tanya jawab). Semua peserta boleh bertanya baik dosen dan mahasiswa. Jawaban dijelaskan oleh Bapak Sumarno, Rahman dan Yafik. Setelah sesi diskusi selesai dilanjut penyerahan cindramata untuk Sarbumusi, kemudian penutup dengan berdoa yang dipimpin oleh Izzul Haq, M.Sc.

Kunjungan ini sangat bermanfaat diantaranya menambah wawasan dan pengetahuan para dosen dan mahasiswa best practive pengalaman advokasi terhadap buruh migran Indonesia yang ada di Malaysia. Belajar strategi dalam menangani kasus yang dialami buruh migran Indonesia di Malaysia.