Edukasi Masyarakat Dalam Intervensi Makro

DUKUNGAN PSIKOSOSIAL PADA ORANG YANG TERDIAGNOSA KANKER TULANG
Oleh
Rifqi Sholehudin Al Zami
Manusia merupakan makhluk hidup yang bisa tumbuh dan berkembang sesuai tahapan perkembangan mereka. Dimulai dari lahir, yang merupakan fase awal keberadaan manusia, berkembang menjadi usia anak-anak kemudian dewasa yang didalamnya melewati banyak fase transisi (Pubertas), masuk ke usia dewasa, dan lanjut pada tahapan akhir yakni tua (lanjut usia). Tahapan ini umumnya dialami oleh manusia dan sudah menjadi hal yang wajar. Di dalam setiap tahapan, terdapat ciri khas tersendiri yang membedakan dengan tahapan perkembangan yang lain. Misalnya di tahap remaja, cenderung manusia melakukan hal-hal baru (misal instabilitasi emosi, modifikasi dalam penampilan, gemar explore hal hal baru, dll.), hal ini dikarenakan pada tahapan ini remaja masih dalam pencarian jati diri sehingga perlu adanya bimbingan dari orang tua (Hasibuan, 2011). Pada lansia, umumnya rentan mengalami penurunan fungsi anggota tubuh sehingga mereka menjadi tidak banyak beraktivitas. Pada lansia juga rentan menderita penyakit, dikarenakan pada tahapan ini imun dan fungsi tubuh tidak menjadi sekebal dan sekuat sebelumnya. Oleh karena itu, perlunya dukungan psikososial terhadap penderita kanker untuk dapat memberikan dorongan motivasi untuk sembuh. Namun dalam artian lansia tidak duduk dan berdiam diri saja, namun dalam rangka menjaga kesehatan fisik maupun mental, maka ia tetap melakukan aktivitas yang berguna bagi kehidupannya dan tanpa mengurangi keberfungsian sosial dari dirinya(Firmawati & Ali, 2020).
Kanker tulang adalah jenis kanker yang timbul pada sel di dalam tulang. Kanker ini dapat menyerang daerah tulang manapun di dalam tubuh, tetapi pada umumnya muncul di bagian panggul, lengan, dan tungkai. Jenis kanker ini menyebabkan tulang rapuh, sehingga harus menghindari cedera seringan mungkin karena dapat menyebabkan patah tulang. Beberapa cara perawatan yang dapat digunakan untuk penanganan kanker tulang adalah operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Terkait dengan faktor usia, kanker ini sangat rentan muncul dan sulit dicegah, oleh karenanya pemeriksaan sedini mungkin dapat mendekteksi adanya kanker di dalam tubuh (Pittara, 2022).
Menurut (Octaviany & dkk, 2021), psikosial memiliki arti “Psikososial diartikan sebagai hubungan yang dinamis dalam interaksi antara manusia, dimana tingkah laku, pikiran dan emosi individu akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain atau pengalaman sosial.” Dalam pengertian lain, terdapat tambahan dua aspek dalam psikososial, yakni Bio dan Religi. Dukungan dalam psikososial terdiri atas banyak macam, namun dengan tetap satu tujuan yakni memotivasi klien agar memiliki resiliensi yang tinggi dan masalah dalam diri klien bisa selesai (khususnya untuk orang terdiagnosa kanker tulang). Beberapa bentuk dukungan antara lain dalam (Kemenpppa, 2020) antara lain :
1. Kesediaan Fasilitas Kesehatan yang Mudah Diakses
Orang yang terdiagnosa kanker tulang, rentan untuk melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, dan perlu adanya pendampingan dari pihak terdekat, baik dari keluarga, saudara, tetangga, dan lain sebagainya. Selain itu, jarak lokasi rumah penderita kanker tulang dengan fasilitas medis sebaiknya dekat atau dapat ditempuh dalam waktu singkat, dikarenakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan perawatan dan penanganan kegawat daruratan, dapat sesegera mungkin diatasi.
2. Emosional
Penderita kanker pada awal terdiagnosa, umumnya kaget dan cemas atas kondisinya, dan belum bisa menerima keadaan yang terjadi dalam dirinya. Hal ini cenderung menyebabkan keterpurukan pada klien, dan harus segera diatasi. Dukungan dari keluarga dan kerabat dekat sangat diperlukan dengan cara penguatan emosi dan mental klien. Dukungan dari pihak ketiga seperti psikolog dapat diberikan untuk penguatan. Jika pemberian penguatan berhasil, umumnya motivasi diri untuk sembuh penderita akan pulih, sehingga proses perawatan medis diharapkan dapat berhasil.
3. Informasi
Edukasi terkait penyembuhan dan bentuk dukungan sangat penting diberikan kepada lingkungan penderita, terutama pada keluarga. Edukasi yang terimplementasi dengan baik akan membawa dampak positif terhadap kondisinya. Pengetahuan mengenai hal-hal terkait penyakit kanker tulang seperti fungsi masing-masing pengobatan yang dijalani penderita, bentuk dukungan sosial dan cara penerapannya, bahkan alternatif kegiatan ringan sehari-hari yang bisa membantu proses penyembuhan sangat diperlukan. Oleh karenanya, pihak keluarga dan lingkungan terdekat dapat teredukasi dengan baik, supaya proses penyembuhan penderita kanker tulang bisa cepat selesai.
4. Pemberian Konseling pada Individu dan Keluarga
Konseling dapat dilakukan sebagai cara untuk memberi support kepada keluarga dan individu. Konseling dapat dilakukan kepada individu penderita, kepada keluarga, ataupun kepada keduanya. Pemberian motivasi sangat perlu dilakukan, oleh semua pihak tanpa terkecuali. Dikarenakan penderita kanker tulang, selain individu penderita, pihak keluarga juga sangat perlu untuk diberikan penguatan, baik dalam segi mental maupun bantuan dana, karena pastinya banyak yang dikeluarkan dalam proses penyembuhan. Seringkali keluarga mengalami kondisi Hopeless (kehilangan harapan), maka di kondisi itulah konseling dibutuhkan. Sesuai tujuannya, konseling ditujukan agar individu atau keluarga dapat terbantu dalam pemecahan masalah demi kesejahteraan hidupnya .
5. Pemberian Penguatan pada Aspek Spiritual
Selain pada aspek biologi, psikologi, dan sosial, pemberian penguatan juga dapat dilakukan pada bidang religiusitas. Puchalski et al (2009) dalam berpendapat, “tidak semua penyakit dapat disembuhkan namun selalu ada ruang untuk “healing” atau penyembuhan.” Beberapa contoh yang dapat dilakukan adalah berdoa dengan orang lain dan diri sendiri, berpartisipasi aktif dalam kegiatan keruhanian, membaca buku keagamaan, menjadi orang yang penuh kedamaian batin dan penuh cinta kasih, dan lain sebagainya. Pada sisi spiritual, penderita diajak untuk kembali berserah terhadap Tuhan yang menciptakan, memberi keyakinan bahwa keadaan yang dijalani merupakan bagian dari takdir manusia, dan menjadikan itu sebagai ujian yang akan meningkatkan kepatuhan kepada Tuhan YME.
Kesimpulannya adalah, kanker tulang merupakan penyakit yang umumnya menyerang sistem tulang, dan dapat terjadi kepada siapa saja. Penyembuhan secara medis dilakukan melalui kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Selain itu, sangat diperlukan dukungan psikososial sebagai bentuk penguatan, baik kepada keluarga dan lebih khusus kepada penderita. Dukungan yang baik akan membawa perubahan positif terhadap penderita, sehingga kesembuhan fisik dan psikis dapat tercapai. Edukasi terhadap masyarakat luas juga sangat diperlukan, berupa wawasan melalui media tulis, pamflet, dan banyak bentuknya. Sehingga penderita merasa bahwa dukungan mengalir dari mana saja, dan ia tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalahnya.
Daftar Pustaka
Firmawati, & Ali, L. (2020). Penurunan Fungsi Fisik dan Dukungan Keluarga dengan Gangguan Psikososial Pada Lanjut Usia (Lansia) di Kelurahan Pilolodaa Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo. Jurnal Ilmu Kesehatan, Vol. 8.
Fitria, E., Setiana, W., & Tajiri, H. (2017). Konseling Motivasi Terhadap Orang Tua Anak Penderita Kanker. Irsyad : Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam, 5, 189.
Hasibuan, E. J. (2011, Oktober). PERANAN KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN JATI DIRI REMAJA. Jurnal Ilmu Sosial-Fakultas Isipol UMA, 4, 142.
Kemenpppa. (2020). Buku Panduan Dukungan Psikososial Bagi Anak Korban Bencana Alam. Jakarta. Diambil kembali dari https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/cd4df-buku-dukungan-psikososial.pdf
Nuraeni, A., & dkk. (2016, 1 10). Kebutuhan Spiritual pada Pasien Kanker. Jurnal Keperawatan Padjajaran, Vol. 3, 58. doi:https://doi.org/10.24198/jkp.v3i2.101
Octaviany, R., & dkk. (2021, Desember). TEKNOLOGI PENINGKATAN KEMAMPUAN RELAWAN DALAM PEMBERIAN LAYANAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL TANGGAP BENCANA PROVINSI JAWA BARAT. BIYAN: Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial , Vol. 3, 115.
Pittara. (2022, Maret 1). Dipetik 11 13, 2022, dari ALODOKTER: https://www.alodokter.com/kanker-tulang