Prodi IKS Menjadi Tuan Rumah New Colombo Program 2018

Bekerjasama dengan Western Sydney University, Podi IKS jadi tuan rumah New Colombo Program 2018

Tahun ini, Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga kembali dipercaya untuk menjamu para mahasiswa Western Sydney University yang mengikuti kegiatan New Colombo Mobility Program. Selama empat hari (9-13 Desember 2018), para mahasiswa IKS menemani para mahasiswa Western Sydney University untuk mengenal berbagai sisi Indonesia, khususnya Yogyakarta. Tema yang diangkat dalam kegiatan tahun ini adalah manajemen bencana dan kemanusiaan.

Setelah melakukan aklimitasi pada hari pertama, pada kedua(10 Desember), para mahasiswa IKS dan WSU mendengarkan dan berdiskusi dengan para ahli di kampus UIN Sunan Kalijaga. Di antara pembicara yang diundang dalam diskusi ini adalah Bapak Danang dari BPBD DIY yang menyampaikan pengalaman dan informasi peran BPBD DIY dalam bencana Gempa 2006 dan pengelolaan mitigasi bencana sesudahnya. Pembicara lainnya yang berbagi pengetahuan dengan para mahasiswa Asutralia adalah Dr. Muhrisun. Kepala Pusat Penelitian LPPM UIN Sunan Kalijaga ini menyajikan materi tentang Islam dan manajemen bencana.
Pada hari ketiga, para mahasiswa diajak berkunjung langsung ke BRTPD (Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabillitas) yang berlokasi di Pundong, Bantul. Balai yang berlokasi di titik KM nol Gempa 2006 ini merupakan pusat rehabilitasi terpadu yang diberi mandat untuk menyiapkan para korban gempa untuk dapat melanjutkan hidup lagi yang lebih baik setelah menjadi difabel akibat gempa. Selain menerima penjelasan tentang sejaerah dan fungsi BRTPD langsung dari kepela BRTPD, para peserta juga diajak berkunjung ke fasilitas dan kelas-kelas training. Dalam kunjungan tersebut, para peserta dapat bertemu langsung dengan para difabel dan produk ketrampilan yang mereka hasilkan, seperti kerajinan perak, menjahit, dan aksesoris.
Kegiatan kunjungan lapangan pada hari itu dilanjutkan ke SD Unggulan Aisyiah di Kota Bantul. Dalam kunjungan ini, para peserta menerima materi manajemen bencana dari Muhammadiyah Disaster Management Center yang menjadi pendamping SDU Aisyiah. Peserta juga melihat kesiapan SDU Aisyiah sebagai salah satu sekolah siaga bencana.

Kegiatan di Yogyakarta dilengkapi dengan kunjungan ke wilayah bencana Gunung Merapi. Pertama, para peserta diajak berkunjung ke Museum Merapi. Museum yang terletak di kaki Merapi ini menyimpan berbagai informasi, model, dan media audio-visual terkait dengan kegunungberapian, khususnya Gunug Merapi yang terkahir kali meletus dahsyat pada tahun 2010 dan memakan korban sejumlah jiwa. Kunjungan ke Merapi tentu tidak akan lengkap tanpa Merapi Jeep Tour yang membawa peserta untuk menelusurui jejak letusan dan area terdampak langsung seperti kampung dan rumah yang dulu ditinggali Mbah Maridjan. Kunjungan lapangan para mahasiswa WSU hari itu ditutup dengan melihat warisan budaya Candi Prambanan.

Sebagai kegiatan perpisahan, malam hari sebelum kepulangan ke Australia, para mahasiswa Australia dan para mahasiswa IKS menggelar malam budaya untuk berkenalan lebih dekat antara mahasiswa. Hadir dalam acara malam budaya ini, puluhan mahasiswa IKS dari berbagai angkatan. Acara keakraban dan perpisahan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan tari tradisional jawa dan goyang pop Korea yang memukau dan mengesankan.
Selama empat hari di Jogja, para mahasiswa dari dua universitas dan dari dua negara berbagi pengetahuan dan ekakraban yang akan bermanafaat bagi masa depan mereka sebagai anak muda dan sebagai dua bangsa yang bertetangga.