Pelatihan Intervensi Pekerjaan Sosial Bagi Pendamping Lansia

Program Studi Ilmu Kesejahteran Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerjasama Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Kinasih Playen Gunungkidul menyelanggrakan kegiatan Pelatihan Intervensi Pekerjaan Sosial Bagi Pendamping Lansia, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2022 dengan narasumber Dr. Asep Jahidin, M.Si. (Dosen Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga) dan Dra. Kurniatul Hirah, S.Sos., (Kepala Seksi Disabilitas dan Lanjut Usia Dinas Sosial Gunungkidul), dihadiri oleh Bapak Suyanto, ST.selaku Lurah Dengok Playen Gunungkidul, Sumartini, S.Sos., selaku Ketua LKS-LU Kinasih Playen Gunungkidul, Slamet, S.S.T. Penyuluh Keluarga Berencana BKKBN Gunungkidul, Mulyono selaku Seksi Kesos Kecamatan Playen, Siti Solechah, M.Si., selaku Ketua Program Studi IKS, Abidah Muflihati, M.Si. selaku sekretaris Prodi IKS, Noorkamilah, M.Si., Selaku Dosen Prodi IKS, Bribka Parbiyono selaku Babinkantibmas Polsek Playen Gunungkidul dan para mahasiswa Prodi IKS, Pengelola LKS-LU Kinasih dan Para Koordinatorkader Se-Kapanewon.

Ketua LKS-LU Kinasih menyampaikan ucapan terimakasih kepada Prodi IKS yang telah bekerjasama berapa kali kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan capacity building untuk pengelola LKS-LU Kinasih dan para kader-kader pendamping lansia di LKS Gunungkidul, sementara Bapak Suyanto menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan intervensi pekerjaan sosial ini sangat bermanfaat bagi pendamping lansia di kelurahan Dengok, mengingat angka harapan hidup di Gunungkidul cukup tinggi, khususnya di kelurahan Dengok, harapannya pelatihan ini narasumber akan menyampaikan bagaimana strategi-startegi dalam pendampingan lansia untuk membatu mengatasi permasalah-permasalahan lansia. Selain itu Solechah dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat di Indonesia termasuk negara memasuki era penduduk angka harapan hidup (lansia) tergolong tinggi di dunia dan merupakan peringkat ke-empat setelah Cina, India dan Amerika. Lansia tentunya akan membutuhkan sumber dukungan untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosional dan finansial. Dukungan tersebut dapat diperoleh dari keluarga sebagaicaregiver(peran utama), pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat sebagai peran pendukung.

Dra. Kurniatul Hirah, S.Sos. dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa Gunungkidul penduduk lanjut usia jumlahnya cukup tinggi, ada sekitar 7000 lansia terlantar, selain itu ada kasus bunuh diri/pulung gantung di Palyen sebanyak 17 orang, namun 10 orangnya adalah lansia. Lansia di Playen sebagian besar tinggal bersama keluarganya (anak atau cucu), ada juga yang tinggal sendiri. Kemudian Dr. Asep Jahidin, M.Si. menyampaikan materi tentang strategi-stategi dalam mendampingi lansia, bagaimana penangan pendamping dalam menghadapi kendala-kendala permaslahanlansia.ech.