Masa Depan Dunia Kerja, Seperti Apa?

“Perkembangan teknologi yang awalnya diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia secara fisik hari ini telah sampai pada penemuan luar biasa di mana mesin mampu membantu manusia untuk berpikir,” ucap Happy Nur Widiamoko, Bendahara Federasi SERBUK dalam sambutan pembukaannya mewakili SERBUK Indonesia di Public Lecturer di Gedung Teatrikal Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu, 11 Oktober 2023. Kegiatan Public Lecturer ini kerjasama Program Studi ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Fenomena Artificial Intelligenece (AI) menjadi isu yang banyak diperbincangkan saat ini. Kalau penemuan teknologi yang bisa mengerjakan hal-hal yang tadinya dikerjakan manusia bisa membuat manusia yang lain kehilangan pekerjaan, lalu bagaimana kalau robot atau mesin bisa berpikir? Akankan manusia teralienasi dari komunitasnya atau tempat kerjanya? Dan perlu kah manusia merasa takut akan hal itu? Berbagai pertanyaan tentu banyak berseliweran di kalangan pekerja dan bahkan mahasiswa yang sedang menyaksikan wajah dunia yang semakin maju dan canggih ini.

Menanggapi hal itu, Federasi SERBUK berkolaborasi dengan prodi IKS UIN Sunan Kalijaga mengadakan seminar dengan tema “Masa Depan Dunia Kerja Menuju Sejahtera atau Sebaliknya?” dengan narasumber utama Irendra Rajawali sebagai peneliti aktif di Universitas Bonn Jerman dan Farizan Fajari dari Regional Representative SASK Finlandia serta dimoderatori oleh M Husain Maulana dari Federasi SERBUK sekaligus ketua Alumni Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (AKSES). Tak ayal, 170 peserta yang didominasi mahasiswa dan perwakilan serikat pekerja datang menghadiri acara ini dengan antusiasme yang cukup tinggi.

Irendra Radjawali sebagai pemateri pembuka mengantarkan materinya dengan sangat baik. Dengan cukup detail dia memaparkan bagaimana AI hari ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kehadiran AI memang kontroversial di mana seperti banyak hal baru dan terus berkembang lainnya, AI juga membawa dampak positif-negatif diwaktu yang bersamaan. Meskipun Irendra Radjawali tidak dapat datang langsung di lokasi acara dan ia harus menyampaikan materi nya secara online, hal tersebut tidak menurunkan semangat ‘ingin tahu’ para peserta yang memenuhi kursi ruangan.

Farizan Fajari kemudian menyambung pemaparan selanjutnya dengan menggambarkan situsasi dunia saat ini. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa sekitar 375 juta pekerja harus mengganti pekerjaannya karena kehadiran AI. Hal lain yang juga mempersulit situasi kerja adalah kondisi iklim yang semakin memburuk. Berhubungan dengan itu pula, Farizan Fajari menyampaikan pendapatnya bahwa transisi yang berkeadilan harus dikawal dengan ketat sehingga pelaksanaannya tetap memperhatikan kepentingan pekerja. Hal-hal tersebutlah yang menjadi fokus serikat pekerja ke depan agar pekerja tetap siap menghadapi modernitas dan kemajuan zaman sembari terus memperjuangkan haknya.

Mengakhiri sesi materi, Happy Nur Widiamoko yang juga turut menjadi narasumber dari perwakilan serikat pekerja menyampaikan pendapatnya bahwa jika perkembangan teknologi bertujuan untuk menyelesaikan masalah manusia, maka hari ini kita tidak perlu bekerja hanya untuk makan dan minum. Namun, hal itu tidak sejalan dengan fakta yang ada karena pada dasarnya perkembangan teknologi yang pesat ini termasuk juga kehadiran AI hanya memperkaya segelintir orang saja yakni orang-orang yang memiliki modal saja.

Berbagai pertanyaan dari peserta kemudian menyerbu saat sesi tanya jawab diberikan. Farizan Fajari dan Hepy Nur Widiamoko bergantian memberi jawaban. Beberapa pertanyaan seputar kondisi Indonesia saat ini dan situasi serikat buruh pun dilontarkan. Misalnya bagaimana serikat buruh menanggapi kemajuan teknologi saat ini dan persiapannya untuk menghadapi masa depan dunia kerja. Untuk itu, serikat buruh dianjurkan untuk memiliki divisi-divisi tertentu yang terfokus untuk mempersiapkan anggotanya dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa kapan saja terjadi. (Asmariyana)

Liputan Terkait

Liputan Terpopuler