Mitra IKS: PSAA Bimo

A.    Sejarah Berdirinya Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Yogyakarta 
Pada tahun 1973, Kanwil Departemen Sosial Provinsi DIY mendirikan Panti Petirahan Anak (PPA) Kaliurang dengan menempati gedung peninggalan Belanda di kawasan Kaliurang dengan sasaran garap anak-anak SD di wilayah DIY dengan Program Pelayanan Sosial dan Peningkatan Gizi.
Pada saat terjadinya Erupsi Merapi di Yogyakarta pada tanggal 22 November 1994, program Panti Petirahan Anak Yogyakarta di Kaliurang tidak  dapat dilaksanakan karena wilayah Kaliurang dinyatakan sebagai Daerah Merah, tidak diijinkan kegiatan jangka panjang apalagi yang melibatkan  anak-anak untuk beraktifitas di Wilayah  Kaliurang. Untuk sementara kegiatan Panti Petirahan Anak (PPA) Kaliurang dilaksanakan di Kantor Loka Bina Karya di Dusun Klido, Kelurahan Sukoharjo, Ngaglik, Sleman Yogyakarta.
Pada tahun 1998 Kanwil Departemen Sosial Provinsi DIY mendapatkan alokasi dana Loan dari Jepang untuk membuat bangunan Panti Petirahan Anak sebagai Pengganti PPA di Kaliurang, atas ijin dari Kraton Yogyakarta maka lokasi Bangunan PPA di berikan Dusun Banjarharjo, Bimomartani, Ngemplak, Sleman Yogyakarta. Maka sejak tanggal 1 April 1999 gedung tersebut sudah dipakai untuk kegiatan pelayanan Panti Petirahan Anak Yogyakarta.
Dengan adanya otonomi daerah berdasarkan pertimbangan kebutuhan masyarakat, maka pada tahun 2004 Panti Sosial Petirahan Anak Yogyakarta beralih fungsi dan Program menjadi Panti Sosial Asuhan Anak Yogyakarta. Panti Sosial Asuhan Anak Yogyakarta mulai beroperasi pada tanggal 1 April 2004 dengan jumlah sasaran garap 40 anak, dengan berbagai tingkatan Pendidikan, ditempatkan dalam 10 asrama yang ada di PSAA.
Pemilihan nama Panti Sosial Asuhan Anak Unit BIMA, dengan harapan bahwa, Bima adalah tokoh pewayangan yang merupakan bagian dari Pandawa yang mempunyai perwatakan Jujur dan Pembela kebenaran, jadi diharapkan Anak usuh yang dilayani di Panti Sosial Asuhan Anak bisa menjadi anak yang profesional karena dibekali ilmu yang cukup dan tetap mengedepankan kejujuran dalam berkarya di masyarakat serta terus berjuang dalam kebenaran.
B.    Kondisi Geografis dan Kondisi Ruangan
Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Yogyakarta unit Bimomartani terletak di Desa Banjarharjo, Kelurahan Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta. PSAA ini terletak jauh dari perkotaan kota Yogyakarta dan berdekatan dengan Gunung Merapi, kurang lebih 20 km jarak dari panti sampai gunung. Perjalanan menuju Panti dari kota Yogyakarta, melewati persawahan luas dan perkebunan yang dikelola oleh masyarakat disekitarnya.
Selain itu, jalan utama dari kota Yogyakarta menuju panti, selalu dilewati dengan banyaknya truk angkutan pasir yang berdatangan dari dalam maupun luar Yogyakarta. Hasil pasir tersebut didapat dari Gunung Merapi, yang memiliki sumber pasir yang melimpah.
A.    Alamat PSAA Yogyakarta Unit Bimomartani Ngemplak
1.    Dusun            : Banjarharjo
2.    Desa            : Bimomartani
3.    Kecamatan        : Ngemplak
4.    Kabupaten        : Sleman
5.    Kode Pos        : 55584
6.    Telepon            : 0274.7489571
B.    Tahun Berdiri        : 2003
C.    Kapasitas Tampung    : 100 Orang
D.    Kapasitas Isi        :  80  
E.    Jangkauan Pelayanan    : Daerah Istimewa Yogyakarta
F.    Luas Bangunan        : 3.474 M2
Terdiri Dari        :
1.    Kantor            : 200 M2
2.    Aula / Ruang Pertemuan    : 200 M2
3.    Gedung Pendidikan        : 120 M2 x 3   = 1.360 M2
4.    Asrama            : 120 M2 x 10 = 1.200 M2
5.    Dapur / Ruang Makan    : 180 M2
6.    Rumah Dinas Tipe 36    : 36 M2 x 4  =  144 M2
7.    Rumah Dinas Tipe 70    : 70 M2
8.    Gardu Listrik            : 12M2
9.    Gudang            : 96 M2
10.    Ruang Konseling dan bermain    : 70 M2
11.    Ruang Ibadah            : 120 M2
12.    Perpustakaan                : 112 M2
13.    Poliklinik                : 108 M2
14.    Pos Jaga                : 6 M2
G.    Sarana Transportasi dan Komunikasi
1.    Kendaraan Operasional Roda 4    : 2 Unit
2.    Kendaraan Operasional Roda 2    : 3 Unit
3.    Telephon Fleksi            : 1 Unit.
C.    Visi dan Misi
VISI : PSAA menjadi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Profesional yang mampu mengentaskan anak dari keterlantaran, perlakuan salah, serta memberikan Perlindungan dan Bimbingan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak mandiri dan bertanggung jawab.
MISI:
1.    Memenuhi hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan hak berpartisipasi melalui pelayanan kebutuhan dasar, pendidikan dan program bimbingan psikososial, bimbingan belajar dan bimbingan ketrampilan hidup.
2.    Memberikan perlindungan kepada anak dari tindak kekerasan dan diskriminasi.
3.    Meningkatkan profesionalisme pegawai di bidang pelayan sosial anak menuju pelayanan prima.
4.    Memperluas jaringan dan partnership dengan lembaga-lembaga lokal, nasional dan internasional di bidang perlindungan anak.
D.    Tugas dan Fungsi
1.    Tugas : Sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta dalam penyelenggaraan pelayanan, perlindungan dan pengembangan sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial anak.
2.    Fungsi :
a.    Penyusunan program panti
b.    Penyusunan pedoman teknis perlindungan, pelayanan dan pengembangan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Anak.
c.    Pelaksana identifikasi dan pemetaan perlindungan, pelayanan dan pengembangan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Anak.
d.    Penyelenggaraan kegiatan perlindungan, pelayanan dan pengembangan sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Anak.
e.    Penyelenggaraan kegiatan pengasuhan berbasis keluarga baik di dalam panti maupun dalam keluarga sejak penerimaan, perencanaan dan pelaksanaan program pelayanan sampai dengan pembinaan lanjut.
f.    Penyelenggaraan pengawasan, evaluasi dan pelaporan terhadap pelaksanaan programkegiatan panti.
g.    Penyelenggaraan jaringan/ koordinasi dengan Dinas/ instansi/ lembaga terkait serta yayasan maupun orsos dalam rangka pengasuhan, perlindungan, dan pelayanan keejahteraan sosial anak.
h.    Pelaksanaan peningkatan peran serta masyarakat dalam penanganan anak.
i.    Fasilitas penelitian dan pengembangan perguruan tinggi/ lembaga kemasyarakatan/ tenaga kesejahteraan sosial untuk perlindungan, pelayanan dan pengembangan sosial anak.
j.    Pelaksana tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai tugas dan fungsinya.
k.    Penyelenggara ketata usahaan.
E.    Kedudukan, Tujuan Pelayanan, Sasaran, Fasilitas Pelayanan dan Program Pelayanan.
1.    Kedudukan
Panti Sosial Asuhan Anak Yogyakarta adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Provinsi D.I. Yogyakarta yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak melalui program pelayanan dalam Panti.
2.    Tujuan Pelayanan
a.    Mewujudkan terpenuhinya hak anak, yaitu kelangsungan hidup, tumbuh kembang, perlindungan dan partisipasi, yang berupa kebutuhan dasar, pendidikan dan keterampilan hidup, agar anak dapat tumbuh kembang secara wajar, sehingga mampu menghidupkan diri untuk hidup mandiri dan bertanggungjawab.
b.    Meningkatkan profesionalisme kerja dalam memberikan pelayanan dan perlindungan seta pengembangan kesejahteraan sosial bagi anak terlantar.
c.    Meningkatkan koordinasi dengan instansi/ lembaga/ yayasan/ organisasi sosial dan pihak-pihak terkait dalam penanganan anak terlantar.
d.    Meningkatkan peran serta masyarakat, dunia usaha dan dunia pendidikan serta keluarga dalam upaya pelayanan, perlindungan dan pengembangan sosial anak.
e.    Memperkuat pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pengasuhan dalam keluarga
3.    Sasaran
a.    Anak Tidak Mampu Terlantar.
1.    Laki laki atau perempuan usia 6- 18 tahun.
2.    Yatim, Piatu, Yatim piatu yang mengalami masalah dalam
kepengasuhan.
3.    Anak terpisah dari keluarga (AMPK)
4.    Anak terancam keamanannya (AMPK, KTK)
b.    Keluarga Anak Asuh.
c.    Masyarakat, lingkungan anak asuh dan PSAA.
4.    Fasilitas Pelayanan
a.    Pemenuhan kebutuhan dasar, yang berupa pengasramaan, permakanan, kebersihan, pakaian.
b.    Pengasuhan dan perlindungan, berupa kesehatan, bimbingan mental agama, bimbingan mental psikologi, bimbingan mental kepribadian, dan bimbingan ketrampilan hidup/ life skill ( bagi anak asuh dalam panti).
c.    Sarana pendidikan formal, berupa biaya pendidikan dari SD sampai dengan SLTA ( baik anak asuh dalam panti maupun dalam keluarga).
5.    Program Pelayanan
a.    Program pelayanan didalam panti (keluarga alternative).
b.    Program pelayanan dalam keluarga (keluarga inti).
c.    Program pelayanan anak berkebutuhan khusus (AMPK, KTK).
F.    Persyaratan Masuk Panti, dan Proses Penerimaan
1.    Persyaratan Masuk Panti
a.    Menyerahkan surat keterangan tidak mampu, (Yatim, piyatu, yatim piyatu) dari kelurahan atau desa setempat.
b.    Menyerahkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta tidak berpenyakit menular dari dokter pemerintah (Puskesmas).
c.    Tidak cacat baik fisik maupun mental.
d.    Mampu mengurus diri sendiri.
e.    Bersedia tinggal dan mengikuti kegiatan didalam Panti (untuk pelayanan didalam Panti).
f.    Menyerahkan rujukan lengkap dengan hasil asesmen dari lembaga perujuk ( khusus bagi AMPK dan KTK).
g.    Mengisi formulir yang disediakan.
h.    Bersedia menandatangani kesepakatan pelayanan.
2.    Proses Penerimaan
a.    Tahap Persiapan ( pendekatan awal atau asesmen awal: orientasi dan identifikasi, motivasi dan seleksi).
b.    Tahap Penerimaan atau Registrasi.
c.    Tahap penempatan dalam pengasuhan.
d.    Tahap pelaksanaan pengasuhan.
e.    Tahap reintergrasi/reunifikasi/resiosialisasi.
f.    Tahap monitoring dan evaluasi.
g.    Tahap terminasi.
h.    Tahap pembinaan lanjutan.
G.    Prinsip-prinsip Pelayanan dan Indikator Keberhasilan
1.     Prinsip-prinsip Pelayanan
a.    Prinsip Tidak Diskriminasi
b.    Prinsip Keutuhan Keluarga
c.    Prinsip Kepentingan Terbaik Untuk anak
d.    Prinsip Menghargai Pendapat anak
e.    Prinsip Mengutamakan Hak Hidup, Kelangsungan Hidup, dan Tumbuh Kembang anak
f.    Prinsip Kerahasiaan
g.    Profesionalitas Penanganan.

2.    Indikator Keberhasilan
Masukan (input). Yang diukur dari kelengkapan masukan sesuai stadar pelayanan antara lain kelembagaan, SDM, keuangan, sarana dan prasarana yang disediakan, pola pelayanan yang diberikan dan lain lain:
a.    Proses (process)  yang diukur dari penerapan setiap tahap penanganan yang diberikan.
b.    Keluaran (output) diukur dari tingkat kepuasan penerima penanganan di lingkungan PSAA.
c.    Hasil (outcomes) diukur dari seberapa jauh penanganan yang disediakan oleh PSAA mampu menangani masalah keterlantaran pada anak.
d.    Manfaat (benfit) yang diukur dari kemampuan anak untuk memanfaatkan hasil penanganan yang disediakan oleh PSAA.
e.    Dampak (impact), yang diukur dari kemampuan anak dan keluarganya untuk mengatasi keterlantaran anak.
H.    Program dan Aktivitas Lembaga KKL
Sebagai tempat dalam pengasuhan terhadap anak, maka PSAA ini memiliki beberapa program-program pelayanan yang diantaranya adalah : Program Pelayanan di dalam Panti (Keluarga Alternative), Program Pelayanan dalam Keluarga (Keluarga Inti), dan Program Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus (AMPK, KTK).
Untuk mengembangkan program-program tersebut, PSAA telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak seperti:  LSM, Departemen Agama, Puskesmas, Rumah Sakit, Sekolah negeri maupun swasta meliputi SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi yang ada di Yogyakarta. Dari berbagai pihak yang bekerjasama, salahsatunya bekerjasama dengan perguruan tinggi ialah dengan melakukan sebuah kegiatan yang menjadikan mahasiswa dapat berkecimpung dalam setiap program-program yang ada di Panti. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti, Praktek Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan kegiatan lainnya.
Proses saat penerimaan mahasiswa yang melakukan praktikum di PSAA, biasanya dari pihak lembaga akan memberikan beberapa program yang terkait yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa praktikan kepada setiap perguruan tinggi dengan konsentrasi dari jurusan yang sesuai dengan isu yang terkait di lembaga. Aktivitas yang dilakukan oleh para mahasiswa yang menjalankan proses praktek, tidak lain dan tidak bukan untuk anak-anak panti itu sendiri. Seperti halnya mahasiswa magister dari Universitas Gadjah Mada jurusan Psikologi, maka konsentrasi mereka adalah terhadap perkembangan psikologi anak-anak di panti, apakah ada gangguan atau tidak, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan mahasiswa sarjana dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial yang konsentrasinya kepada permasalahan yang sedang dihadapi anak, sehingga mahasiswa akan mudah membuat perencanan kedepannya setelah mengetahui permasalahan yang dialami oleh anak, untuk berusaha mencapai pada kesejahteraan hidup anak-anak.
I.    Pendanaan dan Jaringan
Sumber dana yang dimiliki oleh lembaga ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), karena lembaga ini merupakan lembaga sosial milik pemerintah. Selain itu, jaringan atau mitra kerja yang dimiliki oleh lembaga sangatlah penting untuk terus dilakukan, karena untuk mempermudah lembaga dalam proses pelayanan pada program-program di setiap tahunnya. Berikut adalah jaringan atau mitra kerja lembaga PSAA :
1.    Instansi Pemerintah dan Swasta terkait:
a.    Dinas Dikpora
b.    Puskesmas RSUD Sleman, RSUP Dr. Sardjito
c.    Bapeljamkessos DIY
d.    Kepolisian
e.    Koramil
2.    SD, SLTP, dan SLTA sekitar
3.    Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
4.    Masyarakat dan Organisasi Sosial
J.    Karakteristik Komunitas Sasaran Program
Karakteristik masyarakat yang menjadi komunitas sasaran program merupakan masyarakat yang notabene mempunyai profesi dan bermata pencaharian sebagai petani dan penambang. Letak geografis disekitar lembaga mayoritas persawahan dan karena dekat dengan Gunung Merapi yang memiliki pasir yang begitu berlimpah, sehingga mayoritas masyarakat hanya menggantungkan pada mata pencaharian tersebut. Suhu udara yang lembab dan dingin pun sangatlah cocok bagi para petani untuk dapat bercocok tanam, mulai dari padi, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Potensi itulah yang dimanfaatka oleh warga sekitar untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.