WHAT'S NEW?
Loading...

Prodi IKS menghadiri Kongres IPPSI ke-8


Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga mengirimkan delegasi dalam Kongres ke-8 IPPSI (Ikatakan Pendidikan Pekerjsaan/Kesejahteraan Sosial Indonesia) di Ambon, Maluku. Acara yang dibuka oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ini diuanrumahi oleh Universitas Kristen Indonesia Maluku. Kongres berlangsung antara tanggal 10-14 April 2016.

Pembukaan

Dalam pembukaan kongres yang dilaksanakan di lokasi Gong Perdamaian Ambon, Menteri Sosial, seperti dikutip oleh Berita Maluku, mengharapkan agar Ikatan Pendidikan Pekerjaan Sosial Indonesia (IPPSI) harus dapat membangun konektifitas dengan berbagai profesi lainnya.
Dalam kongres yang dihadiri 26 perguruan tinggi penyelenggara pendidikan kesejahteraan seluruh Indonesia, Khofifah berpesan agar konfrensi nasional IPPSI menjadi bagian dari penguatan, percepatan, perwujudan kesejahteraan sosial yang mestinya bisa dibangun konektifiti dengan berabagai sektor lainnya. “Diantaranya dalam upaya perwujudan kesejahteraan rakyat membutuhkan infrastuktur yang relative memadai misalnya di Ambon ada Jembatan Merah Putih (JMP), pasti akan membantu percepatan moda transportasi termasuk perdagangan dan ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, daerah-daerah lain yang memiliki sektor pertambangan staretgis harus memiliki keterkaitan, sama halnya dengan layanan pendidikan dan kesehatan. “Olehnya itu IPPSI harus membangun konektifitas dengan berbagai profesi lainnya, agar proses kesejahteraan sosial bisa terwujud,” ucapnya.
Menurutnya, tema yang ditetapkan dalam konfrensi nasional IPPSI “Membangun keserasian dari bawah” diharapkan akan membangun kehidupan yang harmonis, interen antar umat beragama di Indonesia. “Perdamaian yang kita bangun adalah perdamaian inklusif bukan perdamaian kalitatif. Nuansa di area Gong Perdamaian Dunia akan memberikan nuansa dan roh dari upaya untuk terus mewujudkan kehidupan yang harmonis terutama interen antar umat beragama,” tuturnya.
Seperti dikutip Harian Rakyat Maluku, Ketua Umum IPPSI Pusat, Dr. Sony Nulhakim mengatakan, pelaksanaan Konfrensi dan Kongres IPPSI ini mengusung tema Membangun Keserasian Sosial Dari Bawa”. Tema ini merupakan tema faktual dan selaras dengan tema pembangunan kesejahteraan sosial yang diselenggarakan Kemensos RI yakni Restorasi Sosial.
Sony mengatakan, selain dihadiri Mensos RI, Khofifa Indra Parawansa sebagai pembicara, pelaksanaan Seminar Nasional itu juga nantinya dihadiri oleh narasumber yang berasal dari Akademisi UKIM, Pemda, NGO, termasuk perwakilan dari Perguruan Tinggi Pendidikan Kesejahteraan Sosial untuk memberikan makalah yang dapat menginspirasi pengembangan kebijakan atau model-model terkait dengan pembangunan keserasian sosial.
Hasil dari Seminar tersebut nantinya dijadikan sebuah buku tentang keserasian sosial dari perspektif kesejahteraan sosial yang akan menjadi refrensi utama untuk pendidikan sosial dan pekerjaan sosial di Indonesia.” Ini juga untuk membangun satu komitmen bahwa UKIM punya keungulan dalam Pendidikan Kesejahteraan Sosial dalam kaitan dengan menciptakan harmony, menciptakan keserasian sosial atau juga mengembangakan model model yang terkait dengan resolusi konflik.”ujar Sony sembari menambahkan.


Kegiatan
Acara Kongres diawali dengan konferensi yang menghadirkan para pembawa makalah dari berbagai perguruan tinggi anggota IPPSI. Peserta dibagi dalam beberapa tema, lalu masing-masing mendapatkan respon dari hadirin. Hasil presentasi dan respon akan digunakan untuk memperbaiki makalah dan kelak diterbitkan oleh IPPSI.
Acara inti berupa Kongres diawali dengan pembacaan tata tertib, laporan pertanggunjawaban dan dilanjutkan dengan sidang komisi-komisi. Sebagai puncak acara, dilakukan pemilihan ketua umum IPPSI periode 2016-2018. Kongres akhirnya menetapkan Dr. Oman Sukmana dari Universitas Muhammadiyah Malang sebagai ketua.
Para anggota delegasi UIN Sunan Kalijaga juga terpilih untuk mengisi sejumlah pos penting dalam kepengurusan IPPSI 2016-2018.