Didukung PERTUNI, Prodi IKS bekali Softskill Mahasiswa Difabel

Gilang, Mahasiswa IKS 2010, tampil menghibur peserta

Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga, bekerjasama dengan PLD (Pusat layanan Difabel), didukung oleh DPP Pertuni (Persatuan Tunanetra Indonesia) dan NIPPON Foundation menyelenggarakan Pelatihan Soft Skill bagi para alumni dan mahasiswa difabel selama empat hari, dari tanggal 28-31 Desember 2015. Kegiatan berlangsung di Gedung PAU UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

"Acara ini adalah tindak lanjut dari FGD yang diselenggarakan pada bulan Oktober lalu. Terkait akses kerja dan karir para alumni difabel, FGD menemukan tiga hal: Pertama, difabel tidak cukup memiliki kepercayaan diri untuk terjun ke dunia kerja. Kedua, kalau sudah mendapatkan pekerjaan, ada banyak kasus difabel tidak kerasaan dan meninggalkan pekerjaannya. Besar kemungkinan, hal ini terjadi karena mereka tidak mendapatkan akomodasi yang layak. Ketiga, menurut pengalaman, lebih baik bagi difabel untuk wirausaha daripada melamar pekerjaan. Sebab, dengan usaha sendiri maka ia terhindar dari segala masalah terkait aksesibilitas dan mobilitas di kantor atau tempat kerja," kata Arif Maftuhin dalam sambutannya mewakili Prodi IKS dan PLD UIN Sunan Kalijaga.

"Tiga temuan tersebut lalu kita tidak lanjuti dalam tiga sessi utama dalam pelatihan soft skill kali ini. Pertama, sessi pendadaran mental untuk memotivasi alumni difabel agar percaya diri dan mandiri. Kedua, sesi pelatihan advokasi agar difabel mampu memperjuangkan kepentingannya. Dan ketiga, sesi wirausaha agar difabel mengenal dan berani memulai wirausaha," lanjut Arif.  Tiga fasilitator yang berkompeten di masing-masing bidang diundang untuk mendampingi para peserta.

"Pertuni dan Nippon Fondation tahun ini menyelenggarakan pelatihan softskill di dua tempat, Jakarta dan Yogyakarta. Kedua kota ini menjadi contoh untuk pengembangan program semisal di kota lain," kata Aria Indrawati, ketua DPP Pertuni yang hadir langsung untuk mendampingi kegiatan ini selama empat hari di Yogyakarta.

Selain digembleng dengan berbagai pengetahuan dan skill di kelas, kegiatan ditutup dengan field trip. Para peserta diajak berkunjung ke Pusat Rehabilitasi Yakkum untuk mendengar secara langsung pengalaman-pengalaman lapangan di dunia kerja untuk para difabel. Yakkum memiliki program dan pengalaman yang bisa membantu peserta melengkapi apa yang mereka pelajari di kelas bersama para fasilitator.***