Catatan Harian AsiaBound (1): Tiba di Jogja

(Selasa 10/11/15)
Rombongan mahasiswa Western Sidney University (WSU) Australia tiba di Yogyakarta pada Selasa sore (10/11), dengan menggunakan kereta dari Jakarta ke stasiun Tugu Yogyakarta. Mereka terlihat sangat antusias ketika tiba di Yogyakarta. Tim Buddies dari Prodi IKS UIN Sunan Kalijaga telah menanti kedatangan mereka sejak siang.
Sesampainya di Yogyakarta, mereka langsung menuju ke hotel untuk beristirahat. Namun alih-alih beristirahat, mereka justru mengajak para Buddies untuk menemani mereka jalan-jalan menyusuri keindahan kota Yogyakarta pada malam hari. Dari hotel, Buddies dan para tamu berjalan kaki menuju Ambarukmo Plaza (Amplaz) Yogyakarta. Meskipun dengan kondisi jalan yang becek karena hujan, mereka masih tetap semangat dan antusias menikmati malam di kota pelajar ini.
Pada saat melewati jalan raya, mereka heran dengan pengguna jalan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Mereka terbiasa dengan kondisi jalan yang aman dan tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu lalang dengan kecepatan tinggi. Mereka bahkan terbiasa berjalan kaki dengan jarak tempuh yang lumayan jauh.
Sepanjang perjalanan menuju Amplaz, mereka membahas makanan khas Indonesia. Ternyata, makanan khas Indonesia tidak asing di lidah mereka. Sebagian dari mereka pernah mencicipi makanan khas Indonesia, seperti nasi goreng, sate, rendang, mie goreng, dan lainnya.
“Aku sangat menyukai makanan Indonesia. I love nasi goreng, sate dan yang paling enak adalah rendang”, ujar Ivan, salah satu peserta AsiaBound.
Banyak sekali perbedaan antara Indonesia dan Australia, mulai dari budaya di jalan raya, makanan, bahkan harga makanan pun berbeda. Harga junk food atau makana siap saji di Indonesia jauh lebih murah dibandingkan dengan Australia. Selepas menikmati  makan malam dan keliling Amplaz, mereka kambali ke hotel untuk beristirahat karena keesokan harinya mereka akan memulai agenda kegiatan di Yogyakarta.

Gambar-gambar suasana kedatangan di Stasiun Tugu