Catatan Harian AsiaBolund 2015 (4) Workshop tentang Politik Indonesia

(Sabtu, 14/11/15)
Para peserta AsiaBound selain melakukan kunjungan ke berbagai tempat dalam rangka understanding Indonesia, mereka juga memiliki tugas untuk  membuat essai tentang Indonesia. Sebelum mereka menulis essai, terlebih dahulu mereka diberikan pembekalan dan gambaran terkait tentang Indonesia serta perpolitikan di Indonesia melalui workshop yang diadakan di lantai satu Pusat Administrasi Universitas (PAU) UIN pada Sabtu (14/11). Dua pembicara dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta turut serta dalam acara ini, I Made Andi Arsana dan A Gaffar Karim.
Indonesia merupakan negara berdaulat dengan wilayah mencakup Sabang hingga Merauke. Namun terkadang Indonesia tidak memperhatikan wilayahnya yang terletak di pinggiran atau perbatasan. Akibatnya banyak wilayah yang diklaim oleh Negara tetangga. Misalnya saja kepulauan Natuna yang diklaim oleh Malaysia sebagai bagian dari wilayahnya.
Berdasarkan bahasan dari Made Arsana, wilayah laut territorial Indonesia sangat luas. Namun seringkali Negara-negara tetangga seperti Malaysia malah memperluas wilayah laut mereka dan melewati batas wilayah Indonesia. Selain wilayah perairan, pulau-pulau kecil tanpa ama dan tak berpenghuni di Indonesia juga menjadi sasaran empuk untuk diklaim oleh Negara lain.
Wilayah perairan Indonesia banyak dikuasai oleh Negara-negara asing, terutama wilayah perairan yang berbatasan langsung dengan laut Cina Selatan. Para nelayan Indonesia tidak diperbolehkan malaut di sana. Sedangkan nelayan Negara lain mencari ikan sampai melewati wilayah perbatasan. Pemerintah telah cukup tanggap dalam menangani permasaahan ini. Namun sampai saat ini permasalahan tersebut belum juga bisa teratasi.
Timor Leste atau Timor Timur dahulunya merupakan bagian dari wilayah NKRI. Namun akhirnya pada tahun 1999, Timor Timur resmi menjadi Negara yang independen dan secara otomaris bukan bagian dari NKRI lagi.
Perbedaan antara Indonesia dan Australia terbilang cukup banyak. Mulai dari sistem pemerintahan, banyaknya parpol yang berkuasa hingga wilayah kekuasaan. Di Indonesia system pemerintahannya presidensial. Sedangkan Australia system pemerintahannya adalah parlementer.
Saat ini memang perpolitikan di Indonesia sedang kacau. Di mana para petinggi dan elit politik saat ini sibuk dengan urusan dan kepentingan pribadi mereka. Mereka lupa bahwa mereka masih memiliki tanggungjawab terhadap seluruh warga Indonesia, khususnya mereka yang berada di perbatasan. Melalui pembekalan ini, dalam penulisan essai mereka akan didampingi oleh 3 mentor. Para mentor berasal dari dosen IKS, yakni Ulil Absor, M. Izzul Haq serta Andayani. Mereka akan didampingi oleh masing-masing mentor sesuai dengan tema yang mereka angkat.