Workshop KKNI di UIN Sunan Kalijaga


Senin,  5 Oktober 2015,  Prodi  IKS menghadiri workshop KKNI di gedung PAU. Hadir dalam acara ini  ibu Illah Sailah dari Kemristek Dikti. Acara dibuka oleh Wakil Rektor 1 bidang akademik mewakili PGS Rektor yang sedang ada acara di Jakarta. Dalam sambutannya, Pak Sutrisno memaparkan apa yang sudah dilakukan UIN terkait kurikulum dan upaya-upaya standarisasi layanan akademik. Beliau tunjukkan bahwa UIN adalah universitas pertama di Indonesia yang memberlakukan IKD sebelum secara nasional diberlakukan BKD untuk mengukur kinerja dosen.

Sementara Bu Illah mempresentasikan apa itu KKNI dan siapa saja pihak-pihak yang perlu dilibatkan dalam menyusun KKNI. Hal penting yang disampaikan Bu Illah adalah terkait badan akreditasi mandiri semisal LAM PTKes. Ke depan BAN PT hanya melakukan akreditasi institusi, sementara prodi-prodi harus berkolaborasi menyelenggarakan akreditasi mandiri.

Poin penting yang disampaiakan Bu Illah itu juga sempat menjadi obroloan di pertemuan IPPSI di Makasssar. Teman-teman IPPSI hanya saja, tidak menempuh upaya akreditasi mandiri karena biayanya yang sangat besar. Untuk LAM PTKes misalnya, prodi harus membayar Rp 70 juta per akreditasi.

Karena itu Bu Illah menyarankan agar Akreditasi Mandiri itu bukan akreditasi swasta. Untuk lingkungan kementrian agama, UIN Jogja bisa menjadi insisiator dan mencangkokkan akreditasi mandiri itu di kementrian agama agar biaya bisa ditanggung oleh negara.

Karena harus mengajar, saya tidak bisa ikut sampai sesi setelah zuhur.