Konferensi Pekerja Sosial Nasional 2015


Prodi IKS UIN sunan Kalijaga, Kamis (22/10/2015) menyelenggarakan Konferensi Nasional Pekerja Sosial. Kegiatan ini didasari pada pemikiran bahwa pekerjaan sosial adalah profesi pertolongan (helping profession) yang bertujuan untuk membantu meningkatkan keberfungsian sosial dengan cakupan obyek sasaran yang terentang mulai dari individu, kelompok, komunitas dan organisasi bahkan sistem dan kebijakan.

Aktivitas pekerjaan sosial bisa ditemukan di segala bidang, mulai dari setting industri, medis, koreksional (penjara), hingga manajemen bencana. Dapat dikatakan bahwa semua profesi yang berusaha meningkatkan kemampuan individu, kelompok, dan sistem sosial dalam memenuhi kebutuhan dasar, menjalankan peran sosial, dan menangani masalah sosial, bisa dikatakan sebagai "pekerja sosial", di mana pun wilayah kerjanya, baik di pemerintahan, Lembaga sosial, maupun Lembaga Swadaya  Masyarakat. Pekerjaan sosial tidaklah selalu identik dengan rehabilitasi dan pemerintah.

Namun sayangnya kesadaran akan realitas tersebut belum menjadi milik bersama para pekerja keadilan sosial, baik pekerja sosial di pemerintahan maupun aktivis di masyarakat, sehingga masing-masing bekerja dalam ruang lingkupnya sendiri dan perspektif masing-masing. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan, dan kurang terpadunya penanganan masalah sosial.

Dalam rangka mengkaji dan meningkatkan wawasan, menyatukan visi, dan menguatkan sinergi jejaring  Pekerjaan Sosial dalam konteks keberlanjutan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, maka Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga memandang penting menyelenggarakan Konferensi Nasional Pekerjaan Sosial dengan tema "Profesionalisme dan Sinergi Jejaring Pekerjaan Sosial  dalam Mewujudkan Masyarakat Kesejahteraan."

Dengan adanya konferensi ini diharapkan berbagai  gagasan praktis maupun teoritis terkait penguatan profesionalisme pekerja sosial dan model-model jejaring pekerjaan sosial dalam mendorong terciptanya sebuah masyarakat kesejahteraan (welfare society) bisa terhimpun.

Acara dibuka dengan pengayaan dan update perkembangan pekerjaan sosial di Indonesia dengan menghadirkan dua pembicara penting: Dr. Sahawiah (yang mewakili Ketua Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia), yang akan membahas "Profesionalisme  dan Sinergi  Jejaring  Pekerja Sosial dalam berbagai bidang praktek Pekerjaan Sosial", dan Rolianna Darawani Harianja (Pekerja Sosial RS Kanker Dharmais) yang akan menyajikan makalah "Best Practice Pelayanan Profesional dalam Pekerjaan Sosial: Antara Tugas dan Panggilan Hati"

Dalam penyajiannya, Dr. Sahawiah menyebutkan peran pekerja sosial yang semakin penting di masyarakat. "Dulu, pekerjaan sosial umumnya hanya di lingkup kementrian sosial dan seolah-olah pekerjaan sosial itu hanya terkait upaya-upaya di kemensos. Sekarang, ruang perannya semakin terbuka di luar dan kebutuhan terhadap tenaga peksos semakin meningkat." Bahkan, dalam banyak kesempatan, lowongan kebutuhan tenaga pekerjaan sosial sering tidak terpenuhi.

Sementara berdasarkan pengalamannya sebagai pekerja sosial dalam setting rumah sakit, Bu Anna menekankan pentingnya memperkenalkan profesi peerkajaan sosial di lingkungan-lingkungan yang belum tergarap. "Sedikit demi sedikit saya memperkenalkan apa yang bisa dilakukan oleh peksos di rumah sakit hingga akhirnya pekerjaann saya menumpuk dan overload. Sebab, semakin banyak pasien yang memebutuhkan penanganan peksos." Ia menceritakan bagaimana ia bekerja mulai dari jam 6:30 lalu tidak terasa sudah jam 15:30 sementara pasien semakin menumpuk. "Darmais itu rumah sakit kelas A dan jadi rujukan nasional. Jadi pasien kita berasal dari seluruh Indonesia dengan berbagai latar masalah sosial mereka." Kerja peksos dibutuhkan untuk menangani masalah sosial non-medis yang dibawa para pasien. "Misalnya, pasien miskin dari Papua yang tidak bisa membawa pulang jenazah anaknya, kita juga yang mengurus."

Setelah diskusi hangat dengan dua penyaji tersebut, aca dilanjtukan dengan FGD yang terbagi dalam dua tema: peningkatan profesionalitas pekerja sosial dan pengembangan jaringan pekerja sosial. Acara ditutup pada pukul 16.00 dengan sejumlah rekomendasi penting untuk IKS dan aosiasi pekerja sosial profesional.