FGD Akses Kerja untuk Alumni Difabel


Tahun ini, Prodi IKS mulai menghasilkan alumni difabel. Sebagaimana difabel lain, tantangan mereka adalah apa yang bisa mereka lakukan setelah lulus. Bekerjasama dengan Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) dan Pusat Layanan Difabel, Prodi IKS menyelenggarakan Focus Group Discussion bersama para pemabngku kepentingan lapangan kerja difabel, dengan fokus dunia swasta.

Selain diikuti para alumni difabel, acara ini juga mengundang organisasi-organisasi difabel dan dunia usaha yang diwakili sektor perhotelan, swalayan, perusahaan swasta, dan perbankan.

Forum dibuka oleh Ketua Prodi IKS yang dalam sambutannya memperkenalkan tekad UIN untuk menjadi universitas inklusif. Ketua Prodi IKS juga menyatakan pentingnya mendengar dari pihak-pihak terkait tentang berbagai masalah difabel dan apa yang bisa dilakukan oleh masing-masing pihak untuk memastikan hak akses difabel ke lapangan kerja.

Setelah pembukaan, acara FGD dimulai dengan sessi pengayaan informasi yang menghadirkan Bpk. Jaimun dari Yakkum. Pak Jaimun yang lama melakukan pendampingan akses kerja untuk difabel menyatakan bahwa "Untuk saat ini, baik kalangan pengusaha maupun pemerintah sudah sangat mendukung. Masalahnya justru kesiapan para difabel sendiri..." Pak Jaimum menyajikan data yang menunjukkan bahwa pihaknya memiliki banyak sekali lowongan pekerjaan tetapi sedikit sekali difabel yang berminat.

Dalam sessi FGD, hanya saja, terungkap bahwa jenis pekerjaan yang ditawarkan dan disebutkan Pak Jaimun itu tidak sesuai dengan yang diharapkan para difabel. "Kerja-kerja seperti menjahit, montir, elektronik, itu kan membutuhkan banyak tenaga dan keterampilan khusus. Bagaimana mungkin kami tertarik dan melamar," kata salah satu difabel.

FGD sendiri menghasilkan beberapa poin penting dan klarifikasi karena apa yang dipandang 'demikian' oleh kelompok pengusaha, diklarifikasi oleh kelompok difabel. Misalnya, saat dikatakan bahwa difabel tidak kerasan di perusahaan, diklarifikasi bahwa bukan "manajemen" yang membuat tidak kerasan, tetapi kadang juga datang dari lingkungan kerja.

Beberapa poin penting kegiatan ini telah dicatat dan dan akan ditindaklanjuti baik oleh PLD maupun Prodi IKS untuk bis amenghasilkan alumni yang berkualitas dan kompetitif.